Bahan Body Mobil – Body adalah komponen terluar dari mobil. Bagian ini menentukan kesan pertama seseorang terhadap mobil. Tiap lekukannya menentukan apakah mobil tersebut dianggap keren atau tidak.

Body juga berkaitan dengan keselamatan penumpang. Apakah body mobil mampu meredam benturan saat terjadi tabrakan atau tidak. Dalam hal ini, body mobil yang bisa menahan benturan biasanya punya karakter tidak terlalu kaku.

Apakah Anda sebelumnya pernah mengetahui berbagai hal seputar bahan pembuatan body mobil? Pembahasan ini sebenarnya menarik, apalagi jika Anda sedang kursus otomotif. Selain itu, tidak ada salahnya sesekali menambah pengetahuan seputar body mobil.

Bahan Body Mobil

Ilustrasi Bahan Body Mobil
Ilustrasi Bahan Body Mobil, Sumber : Scuto

Memang aspek terpenting dari sebuah mobil dalam hal keselamatan adalah body-nya, karena body mobil memastikan pengemudi terlindungi ketika terjadi kecelakaan. Karena itulah produsen memilih bahan yang tepat untuk tujuan ini. Selain itu, ada banyak alasan lain yang menjadikan produsen memilih bahan tertentu untuk body mobilnya.

Selain keamanan, faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan bahan adalah biaya produksi. Tentu saja pabrikan mobil memilih bahan yang tidak begitu mahal agar harga mobil dapat dijangkau masyarakat. Apalagi saat ini muncul seri mobil murah ramah lingkungan atau LCGC yang menjadikan produsen memangkas harga produksi mobil agar mampu bersaing dengan produsen lainnya.

Untuk pemilihan bahan yang memiliki karakter tertentu seperti karakter kuat dan ringan lebih kepada tujuan fungsional, meskipun bahan tersebut memiliki harga mahal tetapi untuk tujuan fungsional yang mempengaruhi kinerja mobil secara keseluruhan produsen akan mengaplikasikan bahan tersebut. Contoh dalam hal ini adalah penggunaan body mobil untuk mobil balap.

Jenis Bahan

Ada empat bahan utama yang populer digunakan untuk bahan body mobil, dan bahan tersebut dapat bervariasi karena berbagai alasan.

1. Aluminium

Ilustrasi Jenis Body Mobil
Ilustrasi Jenis Body Mobil, Sumber : kompas.com

Aluminium dikenal luas di masyarakat pada berbagai barang termasuk perabotan. Aluminium secara bertahap semakin populer karena adanya teknologi yang memungkinkan pembuatan bahan paduan aluminium. Pada tahun 2015 Ford membuat keputusan untuk membuat F-150 dengan bingkai aluminium untuk emengejar sifat ringan dan daya tahan yang baik.

Aluminium memungkinkan mobil menjadi lebih ringan, sehingga penggunaan bahan bakar lebih efektif. Selain itu sifat lainnya yang diperhitungkan adalah tidak berkarat. Akan tetapi rangka dan badan yang berbahan dasar aluminium lebih mahal daripada rangka baja, sehingga biasanya aluminium digunakan untuk kendaraan kelas atas.

2. Baja

Kendaraan generasi awal menggunakan baja sebagai material body-nya. Selain memiliki rangka baja, umumnya mobil menggunakan plat baja pada mobilnya. Bahkan mobil bertenaga bensin stasioner pertama pada tahun 1879 dibuat menggunakan bahan baja untuk bodynya. Hingga saat ini Anda bisa menemui dengan mudah mobil dengan bahan body berupa baja, baik itu mobil klasik ataupun mobil yang belum lama dirilis.

Karena baja adalah logam yang sangat kuat yang relatif murah untuk diproduksi maka produksi mobil secara massal menggunakan bahan ini. Karena itu, mobil yang body-nya terbuat dari baja lebih terjangkau. Namun kelemahan dari body mobil dari baja adalah berat, sehingga dapat mempengaruhi kinerja mobil secara keseluruhan.

Selain untuk body mobil, bahan baja juga bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Terlebih saat ini ada pengembangan bahan baja menjadi stainless steel yang banyak digunakan untuk perabotan rumah tangga sampai keranda jenazah.

3. Plastik

Car Interior, Sumber IG cool_rose
Car Interior, Sumber IG @cool_rose

Diperkirakan sekitar 50% mobil baru yang diproduksi di dunia saat ini body-nya terbuat dari bahan plastik. Namun, sebagian besar saat ini plastik digunakan di bagian interior. Bahan plastik yang digunakan biasanya ada pada bagian seperti dasbor, pegangan pintu, sabuk pengaman, dan kantung udara semuanya terbuat dari plastik.

Semakin maju perkembangan dunia otomotif maka semakin bervariasi dalam penggunaan bahan. Merk Chrysler, mulai memasukkan bahan plastik ke dalam bodi mobilnya. Plastik memang lebih sering digunakan dalam pembuatan mobil modern. Selain tujuannya untuk menghemat bahan bakar, penggunaan plastik memungkinkan untuk proses daur ulang saat mobil mencapai akhir masa pakainya.

Keunggulan bahan plastik lainnya adalah mudah dikerjakan dan jika terjadi kerusakan, perbaikan panel bodi plastik ataupun juga body repair mobil juga murah. Dengan demikian proses produksi dapat dipangkas biayanya.

Jika dilihat aspek kekuatannya, bahan baja tentu lebih kuat, akan tetapi penggunaan plastik juga bisa diperhitungkan mengingat berbagai perangkat rumah tangga saat ini menggunakan plastik dan terbukti kuat meskipun harus menampung beban tekanan seperti bak penampungan air plastik atau water torn.

4. Serat Karbon

Bahan serat karbon memiliki harga yang lebih mahal dan susah didapat daripada yang lain. Serat karbon sangat ringan dan sangat kuat, sehingga membuatnya cukup mahal. Bahan serat karbon untuk rangka dan badan mobil biasanya ada pada mobil sport kelas atas karena harganya. Dengan harga yang tinggi mobil yang menggunakan bahan serat karbon mendapatkan tenaga terbaik dari mesin mereka.

Penggunaan bahan serat karbon sebenarnya sudah diaplikasikan pada hal-hal yang mengejar kekuatan dan kecepatan, salah satunya adalah pada sepeda downhill. Sifat kuat pada bahan ini tentu menjadikan sepeda downhill mampu menuruni tebing dengan aman. Selain itu, sifat ringan memudahkan untuk melakukan manuver.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa jenis bahan body mobil yang perlu Anda ketahui. Dengan mengetahui berbagai bahan tersebut, Anda tentu bisa menentukan pilihan yang tepat sesuai tujuan dan budget yang Anda miliki ketika akan membeli mobil. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.