Cara Merawat Ban Mobil dan Tips Sederhananya!

Cara Merawat Ban Mobil dan Tips Sederhananya!

Cara Merawat Ban Mobil – Kenyamanan saat berkendara di jalan bukan hanya dari jenis atau merek mobil yang digunakan. Salah satu faktor penunjang dalam kenyamanan Anda berkendara yaitu ban.

Ban adalah bagian komponen penting dari kendaraan darat dan digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan oleh ketidakteraturan permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan kendaraan.

Sebagian besar ban yang ada saat ini, terutama yang digunakan untuk kendaraan bermotor, diproduksi dari karet sintetik, walaupun bisa juga digunakan dari bahan lain seperti baja.

Meskipun posisinya berada paling bawah dari kendaraan termasuk mobil, ban merupakan salah satu komponen yang cukup penting. Tanpa ban, mobil tidak bisa berjalan. Tetapi, kebanyakan dari pemilik mobil terkadang menyepelekan atau bahkan tidak peduli dalam hal merawat ban mobil.

Sama seperti komponen mobil lainnya, ban juga tentu butuh untuk mendapat perhatian dan perlu dilakukan perawatan secara rutin. Bila Anda jarang merawat ban mobil, hal tersebut dapat membuat usia pemakaian ban menjadi lebih singkat dan akhirnya ban mudah rusak.

Selain menjadi faktor utama penunjang kenyamanan, ban mobil juga dapat membantu kinerja mesin. Ban yang jarang dirawat dapat mengurangi performa mobil Anda. Jika hal tersebut dibiarkan, bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi meningkat (boros).

Sebenarnya merawat ban mobil itu tidaklah susah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Perawatan ban sebaiknya mulai dilakukan ketika baru terpasang di velg. Jangan sampai menunda dalam jangka waktu lama, hitungan bulan bahkan tahun.

Cara Merawat Ban Mobil

Ilustrasi Ban Mobil
Ilustrasi Ban Mobil, Sumber : Daihatsu

Ban merupakan salah satu bagian yang cukup penting pada kendaraan bermotor termasuk mobil. Selain memiliki fungsi untuk mengurangi getaran yang disebabkan oleh jalan yang tidak teratur, juga bisa melindungi ban dari keausan.

Ban bisa menyeimbangkan kendaraan saat berada di permukaan tanah yang bergelombang. Berdasarkan hal tersebut, ada baiknya Anda menjaga keawetan ban mobil Anda dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

1. Memeriksa Kondisi Ban 

Setelah Anda bepergian menggunakan mobil, Anda perlu untuk selalu memeriksa kondisi ban mobil Anda. Hal tersebut perlu dilakukan karena saat mobil yang Anda kendarai tanpa sengaja masuk ke dalam jalan yang berlumpur, kotoran berupa lumpur basah tersebut bisa jadi ada yang tertinggal dan menempel di ban.

Jika Anda tidak membersihkannya, akibatnya kotoran tersebut akan mengering. Kemudian kotoran yang telah mengering itu bisa mengganggu laju kendaraan Anda.

2. Menukar Posisi Ban

Anda perlu memastikan untuk menukar posisi ban mobil secara berkala, disesuaikan dengan keausan masing-masing ban. Umumnya ban mobil bagian depan relatif lebih cepat aus dibandingkan dengan ban mobil bagian belakang.

Hal tersebut dikarenakan ban bagian depan digunakan untuk berbelok dan mengerem mobil. Waktu yang cocok untuk melakukan penukaran posisi ban adalah per 5 ribu kilometer jarak tempuh kendaraan Anda.

3. Memeriksa Tekanan Angin Ban

Ilustrasi Memeriksa Tekanan Angin Ban
Ilustrasi Memeriksa Tekanan Angin Ban, Sumber : momobil.id

Cara merawat ban mobil selanjutnya yaitu dengan memeriksa tekanan angin ban mobil Anda secara rutin dan memastikan bahwa ukuran tekanan angin masing-masing sudah sesuai dengan standar yang diperlukan.

Pemeriksaan tersebut penting untuk dilakukan agar ban mobil tidak mudah rusak dan pecah. Tekanan ban yang berlebih atau kurang akan menyebabkan mobil terasa kurang stabil saat dikendarai.

4. Memperhatikan Barang Bawaan

Membawa banyak barang saat bepergian memang tidak dilarang. Namun, Anda tetap perlu memperhatikan berat keseluruhan barang yang dibawa.

Semakin berat barang yang Anda bawa, tentu kendaraan pun akan menanggung beban yang semakin berat juga. Maka dari itu, barang yang mungkin tidak terlalu penting untuk dibawa sebaiknya tidak perlu Anda bawa.

Baca juga : Penyebab Ban Pecah

Tips Sederhana

Berikut ini beberapa tips sederhana mengenai langkah-langkah merawat ban mobil. Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Pertama, Anda perlu memperhatikan tekanan angin pada ban. Anda perlu sesuaikan dengan petunjuk di plakat kendaraan di samping dalam pintu atau sesuai dengan anjuran pabrik ban. Lalu, upayakan ban dilakukan balancing dan spooring agar pengendalian performa dan kenyamanan mobil tetap optimal saat berkendara.

Jika ban kotor, sebaiknya Anda menggunakan sabun atau sampo mobil khusus untuk membersihkannya. Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda perlu melepaskan keempat roda dan membersihkan sisa kotoran di sela-sela roda ban secara menyeluruh. Kemudian lakukan hal tersebut minimal sebulan sekali.

Ilustrasi Pengecekan Kaki Mobil di Bengkel
Ilustrasi Pengecekan Kaki Mobil di Bengkel, Sumber : Auto2000

Langkah selanjutnya Anda perlu memilih jenis dan ukuran ban yang tepat. Ban terdiri dari beberapa jenis. Ada yang memang dirancang secara khusus untuk medan jalan aspal, tanah, bebatuan dan lainnya. Pastikan juga ban yang Anda gunakan sesuai dengan ukuran dari velg mobil Anda.

Selain itu, jangan lupa untuk melakukan rotasi ban mobil. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah keausan yang kurang merata, juga untuk memperpanjang usia pakai ban. Sebaiknya Anda melakukan rotasi ban ketika mobil telah menempuh perjalanan sejauh 5 ribu sampai 10 ribu kilometer.

Melakukan penggantian ban baru bisa dilakukan ketika sudah waktunya tiba. Ban memiliki Tread Wear Indicator (TWI) yang terdapat pada bagian telapaknya. TWI ditunjukan dengan tanda segitiga. Jika telapak ban sudah menyentuh bagian TWI, artinya pemilik mobil harus segera mengganti ban.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa cara merawat ban mobil yang bisa Anda lakukan. Dengan ban mobil yang terawat, tentu Anda akan semakin nyaman saat berkendara. Selain perawatan ban bisa Anda lakukan sendiri, namun Anda juga bisa melakukan perawatan rutin mobil Anda ke bengkel kaki kaki mobil terdekat. Semoga informasi ini bermanfaat.

Komponen Kaki Kaki Mobil : Kenali Tanda Kerusakannya!

Komponen Kaki Kaki Mobil : Kenali Tanda Kerusakannya!

Komponen Kaki Kaki Mobil – Mobil bukan hanya sebagai kendaraan yang mengantar kita kemanapun kita pergi, tapi mobil juga bisa menjadi sahabat kita sehari-hari. Agar sahabat kita ini tetap setia menenami perjalanan kita, ada baiknya kita mengenal mobil lebih jauh.

Pastinya kalian tidak mau ketika sedang asyik-asyiknya berpergian bersama teman atau keluarga kalian terus tiba-tiba mobil berhenti begitu saja tanpa tahu penyebabnya karena apa.

Salah satu bagian yang harus kita  kenali yaitu komponen kaki kaki mobil. Mengapa kita perlu berkenalan dengan komponen kaki-kaki mobil? Sebab, komponen ini sangatlah penting dan perlu di-servis rutin.

Jalanan yang tidak rata atau jalanan yang berlubang dapat merusak kaki-kaki mobil, dapat menimbulkan bunyi pada bagian roda, dan lain-lain. Apa saja sebenarnya komponen kaki-kaki mobil itu? Berikut ini ulasan lengkapnya.

Komponen Kaki Kaki Mobil

Ilustrasi Komponen Kaki Kaki Mobil
Ilustrasi Komponen Kaki Kaki Mobil, Sumber : Mercedes-Benz

Berikut ini adalah beberapa komponen kaki mobil yang harus Anda ketahui.

1. Ban Mobil

Ban Mobil adalah Komponen Kaki Kaki Mobil yang utama dalam kendaraan, apapun jenis kendaraan pasti ada roda, sebab kalau tidak ada rodanya maka kendaraan tidak akan dapat berjalan.

Ada beberapa fungsi pada ban atau roda mobil, antara lain sebagai penahan seluruh berat kendaraan, sebagai bantalan yang menghubungi antara permukaan jalan dengan kendaraan, dan ban juga dapat mengatur kenyamanan pada saat berjalan di permukaan tidak rata dan menahan guncangan di jalan berlubang.

Oleh karena itu, sangatlah penting dalam mencari ban yang empuk, bagus dan anti slip. Apabila ban sudah mengalami kebotakkan, segeralah ganti ban lama Anda dengan yang baru karena dapat mengakibatkan ban menjadi licin, kehilangan arah, dan sulit bermanuver.

Kunjungi Toko Mebel Jogja

Penyebab ban cepat botak adalah karena tekanan angin yang kurang pada ban, membawa terlalu banyak beban, jarang membersihkan ban serta sering berkendara dengan kecepatan yang tinggi.

2. Suspensi

Suspensi adalah komponen yang berfungsi sebagai peredam getaran yang terjadi pada kendaraan akibat jalanan yang tidak rata yang dapat meningkatkan kenyamanan berkendara dan pengendalian kendaraan.

Suspensi terletak antara roda dengan bodi rangka mobil, dirancang untuk meredam kejutan dari permukaan jalan sehingga mobil menjadi stabil dalam berkendara dan membuat nyaman bagi pengemudi serta penumpangnya, juga membuat roda lebih mencekram pada kondisi jalan yang dilalui.

3. Tie Rod

Ilustrasi Mengecek Kerusakan Kaki Mobil
Ilustrasi Mengecek Kerusakan Kaki Mobil, Sumber : momobil.id

Benda yang berfungsi sebagai penghubung setir dan pengikat roda agar dapat dibelokkan ke kiri dan ke kanan, bentuk dari tie rod adalah bundar kurang lebih besarnya seperti kelereng.

Komponen kaki-kaki mobil inilah yang sama pentingnya untuk dijaga daya ikatnya karena apabila terjadi kelonggaran mengakibatkan bunyi di bagian roda serta membuat roda menjadi tidak stabil. Yang membuat tie rod menjadi cepat longgar adalah karena benturan keras dan usia pakai yang cukup lama.

Tanda kerusakan pada tie rod dapat dirasakan apabila berjalan di permukaan yang rusak atau jalan yang berlubang. Selain itu, cara lain untuk mendeteksinya dengan mobil di dongkrak dan roda di goyang-goyangkan ke kiri dan ke kanan, apabila roda tersebut goyang, berarti ada indikasi tie rodnya rusak.

Tie rod pada sistem kemudi mobil atau setir terbagi menjadi 2 bagian yaitu inner tie rod atau rack end, dan tie rod end (di Indonesia biasa disebut Long Tie Road). Ukuran pada tie rod di setiap mobil tidak sama, baik ukuran panjang ataupun ukuran ulir untuk penyambungnya.

4. Ball Joint

Sesuai dengan namanya bentuknya seperti bola. Dengan posisinya yang berada di dudukan roda dan juga sebagai penghubung lengan ayun, memudahkan untuk suspensi bergerak yang menahan roda agar tidak lepas dari chassis.

Apabila kalian berkendara dengan kecepatan 50-60 km/jam lalu roda masuk ke lubang kecil atau menabrak bebatuan kecil, maka setir akan langsung sulit dikendalikan. Untuk mengecek kerusakannya perlu mendongkrak bagian depan mobil kemudian letakkan linggis antara ball joint dan sisi lain yang menjadi dudukkan roda.

Gerakkan linggis naik dan turun, kalau ada kelonggaran sedangkan mur pengancingnya keras maka hal ini menandakan perlu menggantinya dengan yang baru. Selain itu, kerusakkan bisa mengakibatkan ban menjadi aus, bergelombang, atau keriting.

5. Bushing

Ilustrasi Pengecekan Kaki Mobil di Bengkel
Ilustrasi Pengecekan Kaki Mobil di Bengkel, Sumber : Auto2000

Bushing berbentuk karet yang berfungsi untuk meredam getaran agar tidak mengganggu komponen logam lain yang tersambung, peran komponen ini berpengaruh akan kenyamanan dalam mengemudi.

Pada umumnya bushing memiliki dua jenis berdasarkan tempatnya yaitu bushing stabilizer sebagai pengikat ke chasis mobil dan menyeimbangkan kedua suspensi kiri dan kanan, sedangkan bushing swing arm untuk meredam getaran pada saat mobil berjalan.

Kerusakan bushing disebabkan oleh suhu mesin mobil yang teramat panas membuat kondisi karet menjadi getas, beratnya beban kerja yang diterima oleh komponen tersebut dan juga guncangan keras karena seringnya melewati permukaan jalan yang berlubang.

Indikasi tersebut dapat dirasakan pada saat kalian mengemudi di  permukaan jalan yang tidak rata setir menjadi berubah dengan sendirinya padahal kalian tidak menggunakannya.

Selain itu, terdengar bunyi decitan dan mesin yang saling beradu di bagian bawah jok depan meskipun di permukaan jalan yang bagus dan juga terkadang pada saat melaju kencang mobil seperti oleng atau melayang.

6. Bearing

Bearing memiliki fungsi sebagai bantalan roda agar dapat berputar dengan mereduksi atau memperkecil gaya gesek yang terjadi pada sumbu putar sehingga perputarannya menjadi lebih halus dan lancar.

Bearing merupakan faktor kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara karena sebagai komponen sentral, apabila tanpa adanya bearing roda akan cepat panas berlebih, bergetar dan komponen putar yang ada di dalamnya menjadi patah. Kerusakan terjadi bisa dari beberapa hal, mulai dari usia pemakaian, kualitas barang sampai cara penggunaannya.

Biasanya kerusakan komponen ini dapat dirasakan pada saat laju mobil di kecepatan 40– 50 km/jam dengan bunyi gemuruh masuk ke dalam kabin yang berasal dari bearing roda depan, semakin tinggi kecepatan mobil semakin berisik bunyinya.

Untuk pengecekan, dongkrak mobil kalian sampai roda depan tidak menyentuh tanah, selanjutnya cukup memutar ban searah jarum jam. Lakukan sambil memegang per, apabila terasa getaran atau terdengar suara berderit, ada kemungkinan bearing sudah aus.

Akan tetapi apabila kalian merasakan ada gerakan yang tidak wajar, itu membuktikan bahwa bearing roda rusak dan harus segera diganti atau dibawa ke bengkel mobil agar kerusakan tidak semakin parah.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa komponen kaki kaki mobil yang perlu Anda ketahui. Jika ada beberapa tanda kerusakkan seperti yang dibahas di atas, segeralah bawa mobil Anda ke bengkel kaki kaki mobil. Jangan dibiarkan begitu saja. Semoga informasi ini bermanfaat.

Inilah 9 Tips Merawat Kaca Mobil Agar Tetap Bersih

Inilah 9 Tips Merawat Kaca Mobil Agar Tetap Bersih

Merawat Kaca Mobil – Pada masa new normal seperti sekarang ini, kebanyakan orang mengurangi perjalanan ke tempat-tempat tertentu yang tidak mendesak, seperti ke tempat pencucian mobil. Namun, perawatan kendaraan harus tetap dilakukan supaya mobil tetap dalam keadaan baik.

Merawat mobil tak harus selalu dilakukan ke salon mobil. Seperti contohnya merawat kaca mobil. Apalagi merawat kaca mobil sangat penting agar visibilitas ketika mengemudi lebih jelas. Namun perlu dicatat, seperti dilansir situs Nissan, perawatan kaca mobil berbeda dengan bodi, sebab kebersihan kaca sangat memengaruhi daya penglihatan pengemudi serta penampilan.

Jadi, menjaga kondisi kaca mobil agar tetap mengkilap wajib dilakukan oleh setiap pemiliknya. Nissan memberikan beberapa tips agar kaca mobil tetap terlihat bersih dan mengkilap. Berikut ini beberapa tips merawat kaca mobil yang perlu Anda ketahui.

Ilustrasi Kaca Mobil Buram Saat Hujan
Ilustrasi Kaca Mobil Buram Saat Hujan, Sumber : Auto2000

1. Mewaspadai Goresan pada Kaca Film

Umumnya pemilik mobil akan memanfaatkan fungsi kaca film untuk melapisi bagian dalam kaca agar tidak tergores. Hal ini memang efektif untuk mencegah benda langsung menggores kaca, namun bukan berarti kaca film tak bisa tergores.

Penting sekali untuk tetap waspada dan cermat ketika memasukkan benda apapun di dalam mobil. Dengan begitu, goresan sekecil apapun tidak akan merusak kaca film dan mengganggu penglihatan.

2. Menjaga Kebersihan Kaca Secara Rutin

Kaca memiliki bidang yang cukup luas sehingga mudah sekali terkena kotoran. Debu yang menempel, air hujan, bahkan cipratan air dari kendaraan lain berpotensi meninggalkan noda.

Segera bersihkan apabila terdapat noda di kaca. Membiarkan noda terlalu lama menempel hanya akan membuatnya semakin sulit dibersihkan. Beberapa noda seperti kotoran hewan dan getah pohon begitu sulit dihilangkan. Untuk menghilangkan noda seperti itu, gunakan lap basah untuk mengelapnya sehingga noda dapat hilang tanpa meninggalkan goresan.

3. Membersihkan Kaca dengan Lap

Ilustrasi Merawat Kaca Mobil
Ilustrasi Merawat Kaca Mobil, Sumber : kompas.com

Kondisi lap juga sangat berpengaruh dalam merawat kaca mobil agar tetap terlihat mengilap. Lap yang lembut dan bersih akan mencegah timbulnya goresan pada kaca.

Ketika Anda menggunakan lap kasar, goresan akan ditimbulkan oleh serat-serat lap. Sedangkan pada lap kotor, debu yang menempel bisa jadi biang goresan. Anda pun perlu menyediakan dua ember air agar dapat membedakan mana yang untuk membilas lap dan mana yang untuk mencuci kaca mobil.

4. Mengeringkan setelah Basah

Kaca yang basah karena hujan atau setelah dicuci biasanya akan mudah terkena jamur. Inilah yang jadi alasan mengapa Anda harus selalu mengeringkan kaca mobil sesegera mungkin.

Bila sudah terlanjur berjamur, maka Anda dapat menggunakan cairan pembersih kaca khusus untuk memoles bagian tersebut. Meski hasilnya sangat memuaskan, menggunakan cairan pembersih kaca tidak boleh terlalu sering karena dapat membuat lapisan permukaan kaca semakin menipis.

5. Memeriksa Rutin Kondisi Karet Wiper

Goresan juga bisa disebabkan oleh gerakan wiper, khususnya ketika kondisi karet mengeras. Penting bagi Anda untuk rutin memeriksa kondisi karet wiper.

Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu menggerakkan karet wiper untuk menguji kelenturannya. Bila dirasa sudah keras, maka segera ganti karet wiper tersebut. Umumnya, karet wiper wajib diganti paling lambat setahun sekali untuk mencegah goresan permanen terjadi pada kaca.

6. Menggunakan Cairan Pelindung Kaca

Anda bisa melapisi kaca mobil dengan cairan pelindung yang banyak dijual di pasaran. Namun sebelumnya, bersihkan kaca dengan glass cleaner untuk memastikan tidak ada lagi kotoran hinggap di atas kaca.

Cairan glass protectant biasanya juga memiliki bahan yang menjadikan kaca memiliki sifat yang membuat air seperti di daun talas. Ini tentunya sangat membantu saat menghadapi hujan deras dan menghindari kaca mobil berjamur karena air yang menempel.

7. Menghindari Terlalu Sering Dijemur

Untuk menghindari kaca mobil berjamur, hindari mobil dari paparan sinar matahari langsung saat diparkir. Selain bisa membuat kaca menjadi buram, panas sinar matahari juga bisa menyebabkan karet-karet jendela mobil menjadi rusak. 

8. Melakukan Coating

Ilustrasi Coating Kaca Mobil
Ilustrasi Coating Kaca Mobil, Sumber : beritagar.id

Saat ini ada banyak coating yang dapat dilakukan pada sebuah mobil. Coating tak hanya bisa dilakukan pada body saja, tapi kaca juga bisa. Perlindungan melalui coating pada bagian kaca dan body sangat memberikan banyak keuntungan pada mobil tersebut.

sendiri adalah proses perlindungan pada kaca mobil yang mempunyai sifat tahan lama maupun permanen. Terlebih jika coating menggunakan nano ceramic pada kaca mobil. Coating kaca tersebut dapat membuat kaca terlindung dari kotoran yang menempel dan terhindar dari kaca mobil berjamur.

9. Membersihkan dengan Air Hangat

Biasanya kaca mobil yang baret dikarenakan oleh beberapa hal di antaranya karena karet wiper, power window dan juga alat pembersih mobil yang tidak benar atau cara mencuci mobil salah.

Kalau kaca mobil terdapat goresan kecil dikarenakan soal pemakaian wiper yang sering. Tapi ada juga pengalaman kami wiper menyebabkan kaca mobil terkena baret yang terlalu dalam. Untuk membersihkan dan menghilangkan baret kaca mobil yang kecil dan dalam berbeda cara penanganannya. 

Demikianlah ulasan mengenai beberapa tips merawat kaca mobil yang bisa Anda lakukan. Sekarang Anda tinggal praktekkan di rumah, karena beberapa bahan yang digunakan untuk membersihkan atau merawat kaca mobil tersebut gampang didapatkan dan harganya murah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Simak artikel bermanfaat lainnya di sini.

Cara Servis Mobil : Penting Diketahui!

Cara Servis Mobil : Penting Diketahui!

Cara Servis Mobil – Bagi Anda yang baru menggunakan sebuah mobil baru tentu akan dihadapkan kepada servis pertama yang harus dilakukan. Servis pertama sangat menentukan untuk servis selanjutnya. Biasanya, servis pertama ini dilakukan jika mobil Anda telah menempuh jarak sekitar 10.000 km jauhnya.

Karena kurangnya sebuah pengalaman, Anda akan bingung apa yang harus dilakukan ketika proses servis berlangsung. Bagian mana-mana saja yang harus mendapat perhatian, atau gejala apa saja yang timbul jika mesin mobil bermasalah menjadi hal-hal yang wajar tidak diketahui bagi pemilik pemula.

Cara Servis Mobil

Ilustrasi Cara Servis Mobil
Ilustrasi Cara Servis Mobil, Sumber : kompas.com

Meskipun memang bukan Anda yang mengeksekusi, tapi Anda harus tahu apa saja yang dilakukan oleh sang mekanik agar terhindar dari permasalahan yang tidak diinginkan. Berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui ketika servis pertama dilakukan. Anggap saja Anda sendiri yang harus melakukannya.

1. Memeriksa Air Radiator

Sebelum memulai servis, periksa air radiatornya. Buka tutup radiator kemudian lihat air radiator dari lubang pengisian air. Jika jumlah air radiatornya kurang, tambahkan secukupnya dengan air bersih. Volume air radiator bisa dikatakan cukup jika ketinggiannya mencapai batas bawah leher tutup radiatornya. Jika air radiator kurang, maka mesin akan sangat panas ketika dihidupkan.

Ketika Anda memeriksa air radiator, periksalah kualitas airnya. Jika airnya kotor, sebaiknya ganti dengan yang baru. Air yang berminyak memiliki kemungkinan adanya kebocoran oli yang menuju sistem pendinginan air. Periksa kondisi tersebut dengan melihat ada atau tidaknya rembesan air di luar radiator.

2. Memeriksa Oli Mesin

Tahap berikutnya adalah memeriksa oli mesin. Jika oli mesin diperiksa setelah servis tune-up selesai, hasil servis tersebut tidak akan maksimal karena kondisi oli mesin berpengaruh terhadap suhu kerja mesin.

Selain itu, oli mesin berpengaruh juga terhadap bunyi mesin yang dihasilkan. Jika oli mesin sangat kotor, encer, atau kurang maka bunyi mesin akan cenderung kasar. Hal tersebut akan berpengaruh juga pada putaran stasioner dan idle.

Pemeriksaan pada bagian ini meliputi volume oli dan kondisinya. Volume oli harus memenuhi batas minimal yang ditentukan. Jika volume oli kurang, tambahkan dengan oli yang memiliki tingkat kental sama. Sebaiknya, oli tersebut sama mereknya untuk menghindari reaksi kimia yang dapat merugikan kondisi dan kinerja mesin.

Baca juga : Mobil Susah Distarter : Cek Komponen Ini!

3. Mencermati Kondisi Visual Mesin

Jangan langsung untuk menghidupkan mesin. Perhatikan dan cermati dengan teliti kondisi tampilan mesin. Pastikan bahwa mesin benar-benar aman untuk dihidupkan. Pemeriksaan kondisi mesin dari tampilan luar termasuk tindakan pencegahan sebuah kecelakaan.

4. Menghidupkan Mesin

Hidupkan mesin pada putaran stasioner. Kemudian tambahkan putarannya beberapa menit kemudian jika memang diperlukan. Jangan menghidupkan mesin langsung pada putaran tinggi, ini untuk menghindari keausan karena pelumasan belum sampai ke seluruh komponen mesin.

Indikasi Kerusakan Mesin

Ilustrasi Mesin Mobil
Ilustrasi Mesin Mobil, Sumber : mobilmo.com

Kerusakan mesin dapat dianalisis selama mesin dalam keadaan hidup. Perhatikan tiga hal berikut ini.

1. Bunyi Mesin

Ledakan akibat pembakaran bahan bakar (bensin atau solar). Mesin yang normal, bunyi ledakannya rata. Pada mesin yang pembakarannya tidak normal tentu sebaliknya, tidak rata dan terjadi hentakan setiap beberapa detiknya. Bunyi mesin berbahan bakar bensin akan lebih halus dibandingkan dengan mesin berbahan bakar solar atau diesel.

Bunyi getaran komponen mesin merupakan bunyi mesin yang tidak normal. Getaran tersebut bisa terjadi karena baut atau mur yang longgar, komponen yang retak, atau bahkan patah. Bunyi-bunyi tersebut berbeda sekali dengan bunyi pembakaran bahan bakar.

Gesekan komponen yang tidak dilumasi dengan oli, bisa menimbulkan bunyi yang tidak biasa. Bunyi akibat gesekan bisa timbul pada tuas sistem kawat gas karburator yang tidak dilumasi dengan baik. Bunyi ini juga bisa timbul karena gesekan piston dengan dinding silinder, atau gesekan pada lakher.

Aliran gas yang bocor bisa menimbulkan bunyi yang tidak normal. Bunyi tersebut berupa desis yang cukup keras. Kebocorannya biasa terjadi pada saluran gas yang masuk ke dalam silinder.

Bunyi tidak normal pun bisa terjadi karena adanya ketukan antara dua komponen mesin yang cukup keras. Misal pada bagian celah katup yang terlalu besar, bantalan poros engkol atau pen piston yang longgar.

Bunyi yang ditimbulkan karena percikan listrik pun bisa terjadi. Bunyi tersebut disebabkan percikan bunga api dari listrik mengalami kebocoran arus atau terjadi hubungan singkat.

Pada tekanan gas pun dapat menimbulkan bunyi. Bunyi tersebut disebabkan oleh tekanan gas yang bocor karena sekat yang kurang rapat. Bunyi mesin ini harus didengar dan diperhatikan untuk mencari penyebab kerusakan mesin tersebut.

2. Getaran Mesin

Getaran yang timbul selama mesin dihidupkan pada putaran stasioner harus diperhatikan. Mesin yang normal tidak bergetar dengan kasar. Jika diamati, pada saat mesin dinyalakan bodi mesin tidak akan bergetar kecuali kabel-kabel businya, itu pun hanya bergetar sedikit.

Jika mesin bergetar agak kasar, berarti ada indikasi gangguan ketika proses pembakaran pada komponen-komponennya.

3. Asap Knalpot

Ilustrasi Asap Knalpot Mobil
Ilustrasi Asap Knalpot Mobil, Sumber : autos.id

Asap knalpot yang dikeluarkan bisa dijadikan petunjuk apakah proses pembakaran dalam mesin berjalan baik atau tidak. Berikut adalah petunjuknya:

Asap yang berwarna hitam pada mesin diesel merupakan sesuatu yang wajar, namun tidak bagi mesin bensin. Warna hitam pada mesin bensin merupakan pertanda adanya pembakaran yang tidak sempurna karena kelebihan bensin pada campuran gas dan bensinnya.

Warna asap putih pada mesin 2 tak adalah normal. Pada mesin 4 tak yang mengeluarkan asap knalpot berwarna putih berarti terdapat kerusakan atau gangguan pada mesin tersebut. Warna putih disebabkan asap dari oli terbakar.

Pada mesin 2 tak, oli memang terbakar bersama bensin, lain dengan mesin 4 tak, oli tidak terbakar, kecuali terdapat kebocoran oli dari karter ke ruang pembakaran.

Asap knalpot 4 tak yang baik adalah tidak menghasilkan warna sama sekali. Asap yang tidak berwarna menandakan campuran gas yang normal, tidak kelebihan bensin, tidak bercampur dengan oli atau kekurangan bensin.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa cara servis mobil yang penting untuk Anda ketahui. Jika terjadi problem serius dengan mobil Anda, disarankan untuk membawanya ke bengkel mobil terdekat. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Mobil Susah Distarter : Cek Komponen Ini!

Mobil Susah Distarter : Cek Komponen Ini!

Mobil susah distarter seringkali membuat kesal dan jengkel, apalagi sedang terburu-buru mengejar waktu. Padahal, sebelumnya mobil Anda masih dalam keadaan normal, tentunya hal ini membuat Anda semakin bingung.

Pernah mengalami mobil tidak mau distarter atau mogok? Jangan khawatir sebab hal ini memang merupakan salah satu masalah yang kerap kali terjadi pada sebuah kendaraan roda empat. Ketika situasi ini terjadi, maka Anda tidak perlu panik.

Penyebab

Hal pertama yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mencari tahu akar masalahnya. Ada beberapa penyebab mobil tidak mau distarter. Hal ini penting untuk Anda ketahui sebagai pemilik kendaraan untuk berjaga-jaga.

Beberapa penyebab hal tersebut di antaranya : aki yang mulai lemah; dinamo starter yang bermasalah; busi, kabel busi, dan koil mobil yang rusak; kompresi silinder rendah dan choke bermasalah; dan injektor yang kotor dan tersumbat oleh debu.

Mobil Susah Distarter : Cek Ini!

Ilustrasi Mobil Susah Distarter
Ilustrasi Mobil Susah Distarter, Sumber : fader.id

Mobil susah distarter memang dapat terjadi tiba-tiba, bahkan ketika mobil Anda baru saja dipakai sekalipun. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan pada sistem kelistrikan atau mesin mobil Anda. Jika itu terjadi, mungkin Anda harus memberikan perhatian lebih kepada komponen-komponen di bawah ini.

1. Dinamo Starter

Dinamo starter merupakan salah satu komponen vital pada kendaraan. Ketika mesin mobil mulai dinyalakan dengan kunci kontak, dinamo starter bertugas untuk memutar roda gila (flywheel) dan menyalakan mesin.

Jadi, Anda tidak perlu repot untuk mengengkol atau mendorong mobil terlebih dahulu untuk menghidupkannya. Jika dinamo starter mengalami kerusakan, mobil Anda akan susah dinyalakan, bahkan malah tidak bisa hidup sama sekali.

Tetapi, kerusakan komponen ini jarang terjadi pada mobil-mobil baru, karena biasanya kerusakan dinamo starter ditemui pada mobil yang usia pakainya sekitar 10 tahun. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kerusakan dinamo starter secara tiba-tiba pada mobil baru.

Jadi, ada baiknya untuk selalu melakukan pengecekan berkala di bengkel mobil untuk menjamin dinamo starter Anda dalam kondisi yang bagus.

2. Aki

Komponen kelistrikan lainnya yang juga penting dan sering ‘dituduh’ ketika mobil susah distarter adalah aki atau accu. Untuk itu, periksa kondisi aki secara teratur karena dapat mengganggu perjalanan Anda ketika tiba-tiba terjadi kerusakan di jalan.

Untuk aki basah, lakukan pengecekan pada volume air aki. Bila air aki kurang, Anda dapat menambahkan cairan aki berwarna biru, karena air aki yang berwarna merah khusus untuk mengisi aki baru yang kosong dan belum terisi air.

Jika Anda menambahkan volume air aki yang kurang tersebut dengan air aki berwarna merah, kadar H2SO4 yang terkandung dalam air aki berwarna merah  akan bertambah dan menurunkan performa aki mobil Anda.

Ilustrasi Aki Mobil
Ilustrasi Aki Mobil, Sumber : kompas.com

Sedangkan untuk aki kering, Anda dapat mengukur besar tegangannya menggunakan voltmeter atau avometer digital. Tegangan aki yang normal berada di sekitar 12,5 volt sampai dengan 12,9 volt. Jika kurang, maka Anda perlu men-charge aki tersebut. Anda juga bisa perhatikan dari voltase aki yang dapat terpantau di layar dashboard mobil.

Jangan lupa untuk mengecek perangkat aki lainnya, seperti kabel terminal, soket, sekring, dan lainnya. Bisa jadi bukan aki mobil Anda yang bermasalah, tetapi hanya kabelnya saja yang putus atau kendor.

3. Alternator

Salah satu fungsi dari alternator adalah mengalirkan listrik ke aki. Jika alternator mengalami masalah, otomatis sistem kelistrikan mobil tidak berfungsi dan mengakibatkan mobil akan sulit untuk di-starter, bahkan bisa mogok.

Untuk mengecek alternator yang bermasalah, Anda dapat menggunakan obeng atau kunci pas, lalu tempelkan ke pulley alternator. Jika ada gaya magnet yang menarik obeng atau kunci pas tersebut, berarti kondisi alternator Anda masih bagus.

Gunakan voltmeter untuk mengecek tegangan alternator Anda. Arus listrik standar dari alternator adalah 13 sampai 15 volt. Bila tegangan kurang dari itu, Ada baiknya Anda untuk membawa mobil ke bengkel mobil resmi untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.

4. Fuel Pump

Ilustrasi Mesin Mobil
Ilustrasi Mesin Mobil, Sumber : mobilmo.com

Fungsi pompa bahan bakar atau biasa disebut dengan fuel pump sangat penting pada mobil untuk memompa bahan bakar menuju injektor. Ketika pompa bahan bakar mobil Anda lemah, maka aliran bahan bakar menjadi tidak lancar dan menyebabkan mobil susah untuk dihidupkan.

Jadi, sebelum mobil Anda susah untuk di-starter, jangan lupa untuk melakukan pengecekan berkala secara rutin di bengkel mobil resmi sesuai dengan jadwal pengecekan agar resiko tersebut dapat diminimalisir.

5. Soket Kunci Kontak

Soket kunci kontak juga bisa menjadi masalah mobil tidak bisa distarter jika longgar atau kendor. Untuk itu, coba periksa soket kunci kontak mobil Anda, barangkali ada kerusakan atau hanya kendor saja yang mengakibatkan sambungan arus listrik antara kunci dengan pemantik mesin tidak bertemu.

Demikianlah ulasan mengenai mobil susah distarter. Cari tahu penyebabnya terlebih dahulu dan lakukanlah perbaikan. Mengatasi mobil yang tidak bisa distarter memang sering membingungkan karena tidak semua orang mengerti otomotif. Bengkel pun menjadi solusi akan masalah ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Bahan Body Mobil : Apa Saja?

Bahan Body Mobil : Apa Saja?

Bahan Body Mobil – Body adalah komponen terluar dari mobil. Bagian ini menentukan kesan pertama seseorang terhadap mobil. Tiap lekukannya menentukan apakah mobil tersebut dianggap keren atau tidak.

Body juga berkaitan dengan keselamatan penumpang. Apakah body mobil mampu meredam benturan saat terjadi tabrakan atau tidak. Dalam hal ini, body mobil yang bisa menahan benturan biasanya punya karakter tidak terlalu kaku.

Apakah Anda sebelumnya pernah mengetahui berbagai hal seputar bahan pembuatan body mobil? Pembahasan ini sebenarnya menarik, apalagi jika Anda sedang kursus otomotif. Selain itu, tidak ada salahnya sesekali menambah pengetahuan seputar body mobil.

Bahan Body Mobil

Ilustrasi Bahan Body Mobil
Ilustrasi Bahan Body Mobil, Sumber : Scuto

Memang aspek terpenting dari sebuah mobil dalam hal keselamatan adalah body-nya, karena body mobil memastikan pengemudi terlindungi ketika terjadi kecelakaan. Karena itulah produsen memilih bahan yang tepat untuk tujuan ini. Selain itu, ada banyak alasan lain yang menjadikan produsen memilih bahan tertentu untuk body mobilnya.

Selain keamanan, faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan bahan adalah biaya produksi. Tentu saja pabrikan mobil memilih bahan yang tidak begitu mahal agar harga mobil dapat dijangkau masyarakat. Apalagi saat ini muncul seri mobil murah ramah lingkungan atau LCGC yang menjadikan produsen memangkas harga produksi mobil agar mampu bersaing dengan produsen lainnya.

Untuk pemilihan bahan yang memiliki karakter tertentu seperti karakter kuat dan ringan lebih kepada tujuan fungsional, meskipun bahan tersebut memiliki harga mahal tetapi untuk tujuan fungsional yang mempengaruhi kinerja mobil secara keseluruhan produsen akan mengaplikasikan bahan tersebut. Contoh dalam hal ini adalah penggunaan body mobil untuk mobil balap.

Jenis Bahan

Ada empat bahan utama yang populer digunakan untuk bahan body mobil, dan bahan tersebut dapat bervariasi karena berbagai alasan.

1. Aluminium

Ilustrasi Jenis Body Mobil
Ilustrasi Jenis Body Mobil, Sumber : kompas.com

Aluminium dikenal luas di masyarakat pada berbagai barang termasuk perabotan. Aluminium secara bertahap semakin populer karena adanya teknologi yang memungkinkan pembuatan bahan paduan aluminium. Pada tahun 2015 Ford membuat keputusan untuk membuat F-150 dengan bingkai aluminium untuk emengejar sifat ringan dan daya tahan yang baik.

Aluminium memungkinkan mobil menjadi lebih ringan, sehingga penggunaan bahan bakar lebih efektif. Selain itu sifat lainnya yang diperhitungkan adalah tidak berkarat. Akan tetapi rangka dan badan yang berbahan dasar aluminium lebih mahal daripada rangka baja, sehingga biasanya aluminium digunakan untuk kendaraan kelas atas.

2. Baja

Kendaraan generasi awal menggunakan baja sebagai material body-nya. Selain memiliki rangka baja, umumnya mobil menggunakan plat baja pada mobilnya. Bahkan mobil bertenaga bensin stasioner pertama pada tahun 1879 dibuat menggunakan bahan baja untuk bodynya. Hingga saat ini Anda bisa menemui dengan mudah mobil dengan bahan body berupa baja, baik itu mobil klasik ataupun mobil yang belum lama dirilis.

Karena baja adalah logam yang sangat kuat yang relatif murah untuk diproduksi maka produksi mobil secara massal menggunakan bahan ini. Karena itu, mobil yang body-nya terbuat dari baja lebih terjangkau. Namun kelemahan dari body mobil dari baja adalah berat, sehingga dapat mempengaruhi kinerja mobil secara keseluruhan.

Selain untuk body mobil, bahan baja juga bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Terlebih saat ini ada pengembangan bahan baja menjadi stainless steel yang banyak digunakan untuk perabotan rumah tangga sampai keranda jenazah.

3. Plastik

Car Interior, Sumber IG cool_rose
Car Interior, Sumber IG @cool_rose

Diperkirakan sekitar 50% mobil baru yang diproduksi di dunia saat ini body-nya terbuat dari bahan plastik. Namun, sebagian besar saat ini plastik digunakan di bagian interior. Bahan plastik yang digunakan biasanya ada pada bagian seperti dasbor, pegangan pintu, sabuk pengaman, dan kantung udara semuanya terbuat dari plastik.

Semakin maju perkembangan dunia otomotif maka semakin bervariasi dalam penggunaan bahan. Merk Chrysler, mulai memasukkan bahan plastik ke dalam bodi mobilnya. Plastik memang lebih sering digunakan dalam pembuatan mobil modern. Selain tujuannya untuk menghemat bahan bakar, penggunaan plastik memungkinkan untuk proses daur ulang saat mobil mencapai akhir masa pakainya.

Keunggulan bahan plastik lainnya adalah mudah dikerjakan dan jika terjadi kerusakan, perbaikan panel bodi plastik ataupun juga body repair mobil juga murah. Dengan demikian proses produksi dapat dipangkas biayanya.

Jika dilihat aspek kekuatannya, bahan baja tentu lebih kuat, akan tetapi penggunaan plastik juga bisa diperhitungkan mengingat berbagai perangkat rumah tangga saat ini menggunakan plastik dan terbukti kuat meskipun harus menampung beban tekanan seperti bak penampungan air plastik atau water torn.

4. Serat Karbon

Bahan serat karbon memiliki harga yang lebih mahal dan susah didapat daripada yang lain. Serat karbon sangat ringan dan sangat kuat, sehingga membuatnya cukup mahal. Bahan serat karbon untuk rangka dan badan mobil biasanya ada pada mobil sport kelas atas karena harganya. Dengan harga yang tinggi mobil yang menggunakan bahan serat karbon mendapatkan tenaga terbaik dari mesin mereka.

Penggunaan bahan serat karbon sebenarnya sudah diaplikasikan pada hal-hal yang mengejar kekuatan dan kecepatan, salah satunya adalah pada sepeda downhill. Sifat kuat pada bahan ini tentu menjadikan sepeda downhill mampu menuruni tebing dengan aman. Selain itu, sifat ringan memudahkan untuk melakukan manuver.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa jenis bahan body mobil yang perlu Anda ketahui. Dengan mengetahui berbagai bahan tersebut, Anda tentu bisa menentukan pilihan yang tepat sesuai tujuan dan budget yang Anda miliki ketika akan membeli mobil. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.