Mobil LCGC di Indonesia Mobil Murah Kalangan Menengah

Mobil LCGC di Indonesia Mobil Murah Kalangan Menengah

Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran produsen otomotif dalam penjualannya. Selain memiliki jumlah penduduk yang besar, Indonesia belum bisa memproduksi mobil sendiri. Jika sudah memproduksi sendiri pun sebagian besar suku cadang pentingnya berasal dari luar negeri. Karena itulah produsen mobil dengan program mobil LCGC di Indonesia mendobrak pasar otomotif.

Sebenarnya berbagai merk mobil sudah melakukan penjualan di Indonesia cukup lama baik mobil keluaran Eropa, Amerika Serikat ataupun mobil Asia. Namun produk mereka rata-rata hanya menyasar konsumen menengah ke atas. Sedangkan konsumen menengah ke bawah masih sedikit yang mampu membeli kendaraan mobil. Karena itlah muncul program mobil LCGC.

Dealer Toyota. Sumber Unsplash

Apa Itu Mobil LCGC ?

Low Cost Green Car atau biasa diseut dengan LCGC) adalah sebuah varian mobil yang memiliki harga yang lebih murah dan hemat bahan bakar. Hal ini karena adanya bebas pajak penjualan barang mewah. Selain itu mobil ini dirakit di dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertentu., Di Indonesia sendiri mobil type LCGC memiliki nama resmi: Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau atau KBH2.

Sejarah Asuknya Mobil LCGC di Indonesia

Mobil LCGC mulai masuk ke Indonesia pada tahun 2013 dimulai dengan adanya persetujuan beleid Peraturan Pemerintah (PP) No. 41/2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Barang Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah pada 23 Mei 2013, oleh presiden SBY.

Beleid ini menjadi pintu masuk mobil LCGC sebagai mobil murah dengan pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 0 persen. Program ini diharapkan dapat memperluas pasar mobil di Indonesia dengan menciptakan segmen baru dimana mobil diharapkan bisa dimiliki oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia.

Pemerintah serius dalam menangani program ini dengan adanya rilis petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan KBH2 atau LCGC pada Juli 2013 melalui Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

Dua bulan setelah adanya kebijakan tersebut muncul mobil LCGC pertama di Indonesia, yakni Daihatsu Ayla dan Toyota Agya. Setelah itu menyusul pbrikan Honda dan Suzuki dengan meluncurkan Honda Brio Satya dan Suzuki Karimun Wagon R tak lama kemudian. Kemudian pasar mobil LCGC semakin berkembng pesat.

Dengan hanya empat model yang tersedia, penjualan per bulan mencapai belasan ribu unit pada tahun pertamanya. sebanyak 51.180 unit dengan pangsa pasar 4 persen dari total penjualan sebanyak 1,22 juta unit. Setahun kemudian, penjualan mobil murah ini semakin gencar dan mendapatkan antusias dari masyarakat dengan masuknya Datsun sebagai pemain baru dengan model Go dan Go+. Sampai pada rekor pertumbuhan penjulann tertinggi pada 2016, sebesar 50,33 persen secara tahunan. Sebanyak 235.171 unit mobil LCGC terjual.

Apa Bedanya Mobil LCGC Dengan Mobil non LCGC ?

Mobil LCGC memiliki harga yang lebih murah karena itulah mobil ini mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia. Kelebihan inilah yang menjadi daya tarik mobil LCGC. Dengan harga yang terjangkau dan murah mobil ini dapat dimiliki oleh kalangan menengah. Karena tujuan dari program ini adalah ‘mobil untuk rakyat’.

Karena diproduksi dengan biaya yang murah mesin mobil ini kalah unggul dengan mesin mobil non LCGC dari aspek ketangguhan atau aspek lainnya. Sebagian besar mobil LCGC memiliki kapasitas mesin yang tergolong kecil sehingga tidak heran jika kecepatan yang dihasilkan juga masih rendah. Kecepatan yang tergolong rendah ini ternyata menjadikan mobil LCGC memiliki keunggulan lain, yaitu irit bahan bakar.

Mobil LCGC memiliki desain baik bagian interior atau bagian eksterior mobil yang lebih simpel dan cenderung kurang menarik jika dibandingkan dengan mobil non LCGC. Meskipun kurang menarik jika dibandingkan dengan mobil Non LCGC, tetapi terdapat beberapa aksesoris tambahan yang menjadi pemanis bagi mobil LCGC. Namun dibandingkan dengan non LCGC mobil LCGC memiliki fitur yang lebih sedikit.

Masa Depan Mobil LCGC

Pada awalnya mobil LCGC iproduksi dengan mengurangi berbagai fitur yang ada pada mobil dengan harapan harga mobil menjadi murah, atau paling tidak berada di bawah harga mobil non LCGC. Namun seiring berkembangnya waktu, permintaan masyarakat akan mobil LCGC semakin meningkat seiring dengan permintaan ditambahkannya beragam fitur yang ada pada mobil.

Karena itu produsen mobil LCGC mulai menambahkan beragam fitur yang menjadikan mobil LCGC menjadi tidak murah lagi. Varian mobil LCGC dengan full fitur berpengaruh pada permintaan masyarakat. Setelah melewati puncak penjualan pada tahun 2016, mobil LCGC mulau kehilangan peminat. Sejak tahun 2019 mobil LCGC mengalami penurunan penjualan. Hal ini menjadikan produsen Datsun yang mengusung Datsun Go sebagai rilis versi LCGC nya berencana menutup penjualannya di Indonesia.

Salah satu mobil LCGC. Sumber Bukalapak

Menurunnya penjualan mobil LCGC ini juga karena sebagian dari masyarakat memilih membeli mobil bekas non LCGC dengan alasan lebih bandel daripada mobil LCGC. Mobil bekas non LCGC biasanya di perbaiki di bengkel khusus tune up mobil agar mobil lebih bertenaga. Memang menurut beberapa pengendara yang sudah berpengalaman mengendarai berbagai jenis mobil, mobil LCGC dirasa memiliki bobot yang lebih ringan sehingga ketika dikendarai seperti kurang mantap.

Itulah ulasan mengenai mobil LCGC yang beredar di Indonesia. Semoga artikel ini memberikan manfaat bai anda. Jangan luoa membaca artikel menarik lainnya hanya di website bengkel mobil Jogja Ennergy Motorsport. Terima kasih.

Informasi Seputar Tune Up Mobil Jogja Untuk Anda!

Informasi Seputar Tune Up Mobil Jogja Untuk Anda!

Tune up mobil berbeda dengan servis biasa. Meskipun kedua-duanya bisa digolongkan dalam perawatan mobil rutin, tetapi ada beberapa hal yang berbeda. Nah, perbedaan ini perlu diketahui oleh para pemilik kendaraan mobil. Agar mereka dapat memahami kendaran mereka sehingga kendaraan dapat terawat sehingga awet bertahan lama.

Istilah tune up jarang sekali digunakan dalam bahasa sehari-hari saat bertransaksi pada bengkel mobil. Apalagi bagi pengemudi yang awam dengan kendaraan yang hanya sekedar mengemudi tanpa bisa memperhatikan kondisi kendaraannya. Pengemudi yang awam ini biasanya langsung menyerahkan kepada bengkel tune up mobil Jogja apabila terdapat kendala pada kendaraannya. Padahal tidak semua kendala pada mobil berkaitan dengan tune up.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan tune up dalam bahasa perbengkelan mobil ini? Jika kita memahami, maka kita akan dapat memastikan perawatan terbaik bagi kendaraan mobil kita. Simak beberapa informasi terkait tune up mobil berikut ini.

Tune up mobil

Tune up sebenarnya lebih kepada standarisasi performa kendaraan. Menurut spesifikasi kendaraan masing-masing, terdapat patokan yang menjadi angka performa kendaraan. Semakin sering dipakai dan semakin lama digunakan, performa kendaraan akan menurun dibandingkan dengan saat pertama kali dipakai. Karenanya, untuk mengembalikan agar performa kendaraan kembali standar, dilakukan aktivitas tune up mobil.

Berbeda dengan servis rutin. Servis rutin mobil adalah layanan yang diperlukan tanpa memerlukan standar performa kendaraan. Servis rutin dilakukan terus menerus agar performa kendaraan tetap terjaga atau untuk mengantisipasi kerusakan yang berpeluan terjadi pada mobil. Sehingga dalam urusan servis ini, pemilik kendaraan mobil memang perlu ke bengkel mobil Jogja dalam 1x dalam sebulan misalnya.

Filter Udara Pada Mobil, sumber : Seva.id
Filter Udara Pada Mobil, sumber : Seva.id

Nah, seringkali kita merasakan saat berkendara bahwa kecepatan mobil berkurang, suara kendaraan mulai kasar serta berbagai kendala lainnya terkait performa. Meskipun belum waktunya servis rutin, namun menurut kondisi ini Anda perlu segera memeriksakan kendaraan dan meminta bengkel tune up Jogja untuk melakukan tune up mobil. Biasanya, apa saja diantara komponen mobil yang perlu di tune up?

1. Filter Udara

Pertama kali yang dibersihkan adalah filter udara. Apabila sudah terlalu kotor karena pemakaian yang lama sehingga sudah terlihat tidak layak, biasanya pihak bengkel akan menyarankan untuk mengganti filter udara ini dengan yang baru. Meskipun ringan, namun filter udara yang kotor dapat berdampak besar pada mesin apabila terjadi kerusakan.

2. Karburator dan Throttle Body

Pemeriksaan karburator dilakukan pada mobil non injeksi. Setelah dilakukan pemeriksaan karburator, RPM mobil akan disetel ulang. Sedangkan pada mobil injeksi, pemeriksaan hanya dilakukan pada throttle body. Apabila diperlukan tindakan seperti pembersihan, maka carbu cleaner akan digunakan.

3. Tutup Distributor, Busi dan Kabel Busi

Perbaikan di beberapa bagian ini dilakukan secara berurutan, untuk menghemat waktu. Pemeriksaan tutup ditributor sebaiknya jangan dilakukan setelah mesin dihidupkan.

Pada bagian ini, periksa juga kabel busi apabila terkelupas atau rusak. Nyala api busi sangat dipengaruhi oleh kondisi kabel-kabel businya.

Langkah selanjutnya yaitu buka busi untuk memeriksa elektroda, yang meliputi kebersihan dan celah elektrodanya. Elektroda yang kotor harus diampelas dengan ampelas besi, lalu setel ulang celah elektroda sesuai standar pabrikan. danya kotoran pada kedua elektroda busi bisa mengakibatkan terhalangnya jalan loncatan bunga api listrik.

4. Celah Katup

Pemeriksaan celah katup dilakukan pada mobil yang memiliki sistem katup konvensional. Pada mobil tipe ini, celah katup akan disetel sehingga kembali pada posisi standar. Kesalahan dalam penyetelan posisi celah katup dapat mengakibatkan mobil menjadi berisik dan tenaga berkurang. Selain itu, terjadi kebocoran pada kompresi juga bisa saja terjadi.

Untuk mobil-mobil modern celah katup tidak perlu diperiksa. Hal ini dikarenakan adanya sistem HLA (Hydraulic Lash Adjuster). Dengan sistem ini celah katup akan diatur secara otomatis berkat tekanan oli mesin.

Tune Up Mobil, sumber : Futuready
Tune Up Mobil, sumber : Futuready

5. Aki

Air aki harus cukup, yakni ketinggiannya antara garis batas atas (upper level) dan garis batas bawah (lower level). Jika air aki jumlahnya kurang, tambahkan dengan air aki secukupnya. Ketinggian air aki pada prinsipnya adalah merendam seluruh sel-sel accu sekurang-kurangnya 1 cm di atas sel-sel aki tersebut.

Jika mobil menggunakan aki kering, perawatannya menjadi lebih mudah karena tidak memerlukan air aki yang bisa berkurang karena penguapan. Kutub-kutub aki juga harus bersih, tidak kotor oleh jamur atau sejenisnya. Namun, harga aki kering lebih mahal sehingga masih banyak mobil yang menggunakan aki basah.

Air aki yang kurang (di bawah standar) berakibat reaksi pada aki tidak maksimal, sehingga arus yang dihasilkannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan listrik pada mobil. Bersihkan juga kutub-kutub aki dari jamur dan karat. Jamur pada kutub-kutub aki bisa dibersihkan dengan air hangat, sedangkan karat yang mengotori kutub-kutub aki harus dibersihkan dengan ampelas.

Bagian klem atau penjepit kabel accu dengan kutub- kutubnya juga harus diperiksa. Jika klem kendor, mesin akan mati karena busi tidak mengalirkan bunga api.

6. Berbagai Cairan Fluida

Cairan-cairan yang ada di mobilpun tidak dikosongkan dari proses tune up. Contohnya seperti oli mesin, oli transmisi, minyak rem, oli power steering, dan oli gardan. Sehingga montir tune up mobil perlu memperhatikan berbagai cairan fluida yang dibutuhkan oleh kendaraan mobil.

Paket Service dan Tune Up Mobil Jogja

Sebagai salah satu bengkel perawatan mobil di Jogja, kami memiliki banyak jenis perawatan mobil yang bisa Anda pilih. Harga yang kami tawarkan cocok dengan kualitas hasil yang diberikan. Silahkan simak detail tarif harga perawatan dan tune up mobil Jogja di tempat kami, bengkel mobil jogja Ennergi Motorsport.

A. Paket Service dan Perawatan Mobil

  • Tune Up Standard : Rp 150.000,-
  • Tune Up + Injector Cleaner NP : Rp 210.000,-
  • Tune Up + Carbon Cleaner Foam NP : Rp 235.000,-
  • Tune Up + Carbon Cleaner Liquid NP : Rp 360.000,-
  • Tune Up + Injector Cleaner + CCL NP : Rp 415.000,-
  • Tune Up + CCF + CCL NP : Rp 440.000,-
  • Tune Up + Triple Carbon Cleaner NP : Rp 500.000,-
  • Cek Rem 4 Roda : Rp 100.000,-
  • Cek Kaki-kaki 4 Roda : Rp 150.000,-
  • Scan Engine : Rp 150.000,-

B. Super Paket Gasoline

  • Tune Up
  • Cek Rem 4 Roda
  • Cek Kaki-kaki 4 Roda
  • Perawatan Ruang Bakar Mesin (CCL)
  • Cek Radiator
  • Perawatan Intake System (CCF)
  • Cek Alternator
  • Injector / Nozzle Cleaner (FSCc)
  • Cek Wiper Sistem

Seluruh paket perawatan paket gasoline diatas bisa Anda dapatkan dengan tarif ekonomis hanya dengan Rp 595.000,- saja.

C. Super Paket Diesel

  • Tune Up
  • Cek Rem 4 Roda
  • Cek Kaki-kaki 4 Roda
  • Perawatan Ruang Bakar Mesin dan Intake System (CCL)
  • Injector / Nozzle Cleaner (FSCc)
  • Cek Wiper Sistem

Seluruh paket perawatan paket diesel diatas bisa Anda dapatkan dengan tarif ekonomis hanya dengan Rp 425.000,- saja.

Aplikasi Carbon Cleaner dan Injector Cleaner NP Racing Aman, Langsung Terasa Efeknya dan Minim Pembongkaran

D. Paket Tune Up Plus 1

  • Tune Up Standar
  • Injector Cleaner
  • Cek Rem 4 roda

Seluruh paket perawatan paket Tune Up Plus 1 diatas bisa Anda dapatkan dengan tarif ekonomis hanya dengan Rp 300.000,- saja.

E. Paket Tune Up Plus 2

  • Tune Up Standar
  • Kuras Radiator
  • NP Racing
  • Radiator Treatment

Seluruh paket perawatan paket Tune Up Plus 2 diatas bisa Anda dapatkan dengan tarif ekonomis hanya dengan Rp 380.000,- saja.

Silahkan konsultasi lebih lanjut via WA dengan klik icon dibawah ini

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Sehingga Anda dapat memahami kebutuhan kendaraan mobil Anda dengan baik. Simak berbagai ulasan menarik seputar bengkel dan perawatan mobil lainnya di ennergimotorsport.com.

Cara Membedakan Busi Asli dan Palsu pada Mobil

Cara Membedakan Busi Asli dan Palsu pada Mobil

Berbicara terkait Busi mobil, tentu penting untuk anda mengetahui cara membedakan antara Busi asli dan palsu agar saat anda berkendara menjadi aman dan nyaman. Karena busi sangat terkait dengan starter mobil.

Selain oli, Busi juga banyak dipalsukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeruk keuntungan-keuntungan dengan membuat busi palsu.

Pasalnya, Memang harga Busi Asli memiliki harga yang tinggi. Walaupun harga tinggi, tentu Anda akan memilih busi dengan harga tinggi demi keselamatan dan kenyamanan Anda dalam berkendara.

Untuk itu, berikut ini kami merangkum beberapa cara untuk membedakan busi asli dan palsu, simak berikut ulasan :

1. Kode Busi

Perbedaan yang paling mendasar bagi Anda dengan mudah untuk memahami Busi asli atau palsu adalah Kode Busi. Mengapa Kode Busi? karena kode busi hanya diproduksi oleh produsen asli. Untuk membedakan mana kode asli dengan palsu adalah dengan memperhatikan font, typography, dan warna kode.

Tulisan kode busa palsu cenderung menggunakan font yang tidak terstandar dan typography juga tidak beraturan atau tidak rapi dalam penulisan. Selain itu juga Kode busi palsu memiliki warna tulisan yang lebih hitam.

2. Ulir

Cara membedakan busi asli dan palsu selanjutnya adalah dengan memperhatikan Ulir. Ulir atau yang biasa dikenal dengan drat, pada busi asli memiliki ulir yang lebih rapi dan halus. Sedangkan pada busi palsu memiliki ulir yang lebih kasar.

Trik untuk mudah membedakan mana ulir busi asli dan palsu adalah saat ingin membeli busi, mintalah ke penjual untuk memperlihatkan berbagai macam merk busi lainnya agar Anda dengan mudah untuk membanding-bandingkan antara satu busi dengan busi lainnya.

3. Keramik

Cara untuk membedakan Busi asli dan palsu lainnya adalah memperhatikan keramik yang terdapat pada busi. Keramik ini berfungsi sebagai isolator. Perhatikan warna dari keramik tersebut, jika busi tersebut asli tentunya akan memiliki warna keramik yang cerah dan begitu sebaliknya.

Pengecekan Busi, sumber : Momobil.id
Pengecekan Busi, sumber : Momobil.id

4. Plating Metal shell

Plating Metal Shell adalah cara selanjutnya udan Anda bisa membedakan antara busi asli dan palsu. Jika busi asli, plating metal shellnya akan menggunakan material baja dan tidak berkarat.

Sementara busi palsu, akan menggunakan plating metal shell yang berbahan material mudah berkarat. Bahkan pada kemasan busi palsu anda akan menemukan titik karat.

5. Gasket

Gasket atau ring pada busi asli umumnya memiliki permukaan lebih halus dan tidak mudah dilepas meski diputar mengikuti alurnya. Sementara Gasket busi palsu memiliki gaster yang terlihat tidak rapi karena ada bekas potongan dan mudah untuk dilepas.

6. Konstruksi Elektroda

Elektroda busi adalah komponen yang paling ujung dari busi yang terhubung langsung dengan ground kendaraan. Elektroda berfungsi untuk memercikan bunga api. Untuk membedakan mana busi asli dengan palsu adalah dengan memperhatikan konstruksi Elektroda. Busi asli tentu akan memiliki konstruksi elektroda yang beraturan.

Itu dia beberapa ciri membedakan busi asli dan palsu. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda. Simak berbagai informasi bengkel mobil Jogja lainnya di website ennergimotorsport.com.

Tips Berkendara Saat Malam Hari

Tips Berkendara Saat Malam Hari

Kondisi jalan yang sepi agar terhindar dari kemacetan, kondisi jalan yang lebih sejuk, atau memang baru selesai dari pekerjaan kantor, itulah beberapa alasan kebanyakan para pengendara terlebih para lelaki untuk memilih berkendara saat malam hari.

Hal yang perlu untuk dipahami bahwa resiko berkendara saat malam hari tidak lebih aman dibandingkan saat berkendara siang hari. Salah satu alasan yang membuat resiko berkendara pada malam hari adalah jarak pandang.

Seterang apapun lampu kendaraan Anda, akan tetap jauh lebih terang penerangan pada saat siang hari. Tidak hanya faktor jarak pandang, kondisi fisik tubuh yang sudah menurun juga berpengaruh untuk meningkatkan resiko kecelakaan.

Pakar keselamatan memaparkan bahwa jarak pandang dan kondisi badan yang tidak fit merupakan faktor terbesarnya terjadinya resiko kecelakaan. Jika Anda memang harus berkendara pada saat malam hari, Ada beberapa tips dari ennergimotorsport.com agar Anda tetap aman berkendara saat malam hari, yaitu :

1. Kondisi tubuh dalam keadaan prima

Tips Aman berkendara saat malam hari yang pertama adalah dengan mempersiapkan kondisi tubuh yang prima dengan beristirahat dan tidur yang cukup saat siang hari. Persiapan dengan tidur siang hari bisa membantu badan Anda lebih segar saat berkendara di malam hari.

Sebaliknya, jika pada saat Anda hendak berkendara malam hari akan tetapi dirasa kondisi tubuh anda tidak prima, sebaiknya urungkan niat untuk bepergian malam hari. Misalkan seperti sakit kepala, pusing, atau kondisi tidak sehat lainnya yang berpotensi memunculkan resiko berbahaya.

2. Pastikan kondisi mobil bagus

Setelah menyiapkan kondisi tubuh yang prima, langkah selanjutnya adalah memastikan kondisi mobil yang akan Anda gunakan dalam kondisi bagus atau layak untuk digunakan. Terlebih hal yang patut Anda perhatikan adalah sistem penerangan alias lampu.

Ilustrasi Berkendara Malam Hari, sumber ig rukepark
Ilustrasi Berkendara Malam Hari, sumber ig @rukepark

Di malam hari, lampu utama mobil Anda sangat membantu ketika berpergian. Pastikan keadaan lampu utama mobil Anda berfungsi dengan baik. Keadaan lampu utama yang redup akan berdampak buruk bagi penglihatan Anda dan membutakan pengendara lain.

Ketika berkendara di area yang minim penerangan seperti di daerah pedesaan, bijaklah dalam menggunakan lampu sorot. Biasanya pengemudi Akan tergoda untuk tetap menyalakan lampu sorot jauh (high beams), tetapi jangan lupa untuk memindahkanya ke sorot rendah (low beams) ketika ada kendaraan yang mendekat.

Selain itu, pastikan pula cahaya lampu dari dalam mobil lebih redup sehingga tidak mengganggu penglihatan Anda karena cahaya lampu yang terang dapat menciptakan pencahayaan yang tidak perlu dan mengganggu fokus mata Anda.

Selain mengecek kondisi lampu, pastikan pula kondisi kaca jendela mobil Anda agar tetap bersih. Kondisi kebersihan kaca mobil Anda akan berpengaruh pada jarak pandang mata Anda. Kotoran dan embun akan sangat mengganggu kemampuan visibilitas Anda.

3. Bersama Teman

Tips lainnya adalah membawa teman. Tentu perjalanan Anda akan terasa menyenangkan bila ada yang menemani. Selain menambah suasana dalam bepergian, memiliki teman dalam bepergian memberikan kelebihan seperti memiliki teman ngobrol untuk mengusir kantuk memiliki teman untuk bergantian saat merasa lelah dalam berkendara, seseorang tempat meminta tolong, dan lain sebagainya.

4. Sesuaikan Kecepatan

Kondisi berkendara pada malam hari tentunya akan lebih sepi jika dibandingkan berkendara pada siang hari. Nah, tidak sedikit para pengendara yang tergoda untuk mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan yang berlebihan. Tujuannya tidak lain adalah agar sampai di tempat tujuan lebih cepat.

Namun hal tersebut tidaklah baik, alih-alih sampai pada lokasi tujuan, bahkan sebaliknya bisa menimbulkan kecelakaan. Pasalnya, penerangan pada malam hari sangatlah terbatas. Jika mengemudi terlalu cepat, tentu Anda tidak sempat melakukan manuver jika terdapat kendaraan didepan Anda.

Hal tersebut dikarenakan keterbatasan jarak pandang mata Anda sehingga meningkatkan risiko menabrak kendaraan lain yang berada di depan. Untuk itu, jagalah kecepatan agar tetap stabil jika mengemudi mobil di malam hari.

5. Jaga Kewaspadaan

Terkadang pengendara merasa yakin terhadap pengalaman yang dimilikinya setelah puluhan kali melewati jalur yang sama sehingga membuatnya meremehkan medan. Untuk itu saat berkendara, tetaplah waspada terhadap kondisi karena tak akan ada yang mampu memprediksi apa yang akan selanjutnya terjadi di jalanan.

Itu dia beberapa tips berkendara saat malam hari. Semoga lebih meningkatkan kewaspadaan kita ya. Simak juga tips tentang melindungi mobil di halaman kami.

Penyebab Ban Pecah pada Mobil yang Perlu Dihindari

Penyebab Ban Pecah pada Mobil yang Perlu Dihindari

Ban pecah pada mobil pasti ada penyebabnya. Jika mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan pecahnya ban mobil, bisa dilakukan antisipasi saat melakukan perawatan kendaraan mobil. Karena kondisi pecahnya ban mobil saat sedang mengemudi pasti sangat mengganggu. Berikut beberapa penyebab ban pecah pada mobil :

1. Salah pilih jenis ban

Penyebab pecahnya ban mobil pertama adalah salah pilih jenis ban. Menggunakan jenis ban yang tidak sesuai dengan medan, bisa menjadi salah satu penyebab pecahnya ban mobil Anda. Tentu setiap jenis ban diciptakan untuk memenuhi setiap tantangan dari medannya masing-masing.

Untuk itu, penting bagi Anda untuk memilih dan menggunakan jenis ban yang sesuai dengan medan yang sedang dihadapi. Sebagai contoh, misalkan dalam perjalanan menghadapi medan jalan yang belum beraspal dan ada bebaturan tentu tidak akan cocok apabila Anda menggunakan jenis ban yang memiliki ukuran kecil.

Apabila anda menginginkan mendapatkan jenis ban yang sesuai dengan kebutuhan Anda, ada baiknya konsultasi terlebih dahulu dengan para ahlinya. Hal ini penting untuk Anda lakukan karena berkaitan dengan keamanan dan keselamatan dalam berkendara.

2. Sering melewati jalan berlubang

Selain salah dalam menggunakan jenis ban, penyebab ban pecah pada mobil selanjutnya adalah seringnya melewati jalan yang berlubang. Usahakan untuk tidak sering melewati jalan yang berlubang karena hentakan yang keras saat mobil melewati jalan berlubang bukan hanya akan merusak suspensi tetapi dapat merusak ban.

3. Ban Kadaluarsa

Penyebab pecahnya ban mobil lainnya adalah usia ban yang telah kadaluarsa. Tidak hanya makanan konsumsi yang memiliki tanggal kadaluarsa tetapi benda mati yang di tak dikonsumsi pun memiliki tanggal kadaluarsa. Salah satunya adalah Ban.

Oleh karena itu, pastikan terlebih dahulu tanggal kadaluarsa dari ban yang Anda sedang gunakan. Fungsinya untuk mengetahui kelayakannya. Biasanya masa pemakaian maksimal ban adalah 6 tahun dari masa produksi.

Cek kode produksi ban yang tertera di bagian samping. Paling umum kodenya berisikan 5-8 digit nomor. Namun ada yang menggunakan standar internasional yaitu 4 digit nomor. Standar internasional terdiri dari 2 digit awal untuk menunjukan minggu pembuatan dan 2 digit akhir untuk tahun pembuatan.

Sebagai contoh misalkan terdapat kode “1020” dapat diartikan bahwa masa produksi ban tersebut pada minggu ke-51 di tahun 2020. Setelah itu, cek tahun saat anda gunakan ban tersebut. Jika sudah terlampaui 6 tahun, maka segera ganti ban mobil yang anda gunakan.

Ban Rusak, sumber ig wagnerarbitration
Ban Rusak, sumber ig @wagnerarbitration

4. Ukuran ban dan velg tidak sesuai

Ban mobil yang tidak sesuai dengan ukuran velg (ukuran velg lebih kecil atau lebih besar) dan dipaksakan menyebabkan beban yang disangga terlalu berat. Akibatnya, ban seolah ditarik sehingga mudah retak, pecah, atau benjol.

Oleh sebab itu, gunakan ban dan pelek dengan ukuran yang sesuai. Selain itu, sesuaikanlah dengan kemampuan atau tenaga dari mobil. Anda tidak inginkan? jika dalam tengah perjalan, ban mobil anda pecah.

5. Membiarkan tambalan yang kurang baik

Ban mobil juga bisa pecah dikarenakan teknik tambal yang kurang baik. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? karena bagian ban yang memiliki tambalan kurang baik akan bergesekan dengan permukaan jalan. Bila ban ditambal dengan kurang baik akan mengakibatkan kurangnya tekanan angin sehingga menyebabkan gesekan antara ban dengan permukaan jalan semakin keras.

6. Jarang membersihkan ukiran ban

Salah satu penyebab pecahnya ban yang dianggap remeh ialah tidak membersihkan ukiran ban dari kerikil. Padahal, kerikil yang ada di tapak atau kembang ban juga bisa menusuk dan menimbulkan kerusakan pada permukaan ban.

Oleh karena itu, kerikil yang ada di tapak ban harus dibersihkan. Jika tidak, kerikil akan membuat serat baja menjadi korosi dan melukai ban. Tentunya akan sangat berbahaya jika ban tersebut tetap digunakan.

7. Tekanan udara yang kurang

Selain membersihkan ukiran ban, penyebab pecahnya ban mobil yang dianggap remeh lainnya adalah masalah angin ban yang kurang. Kurangnya angin ban akan menyebabkan tekanan udara dalam ban ikut menurun.

Ketika ban mengalami penurunan tekanan udara akan mengakibatkan kerasnya gesekan yang dialami dinding ban sehingga ban bisa mengalami pecah. Oleh karena itu, pastikan tekanan angin dalam ban mobil anda dalam keadaan cukup.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk memberikan pedoman perawatan kendaraan mobil untuk Anda. Simak berbagai artikel bengkel mobil Jogja lainnya.

Informasi Perawatan Berkala Komponen Mobil

Informasi Perawatan Berkala Komponen Mobil

Perawatan mobil merupakan salah satu yang penting untuk menjaga ketahanan kendaraan Anda. Bengkel mobil Jogja akan menyarankan kepada pemilik mobil kapan waktunya untuk dilakukan perawatan. Termasuk perawatan berkala komponen mobil. Berikut beberapa informasi terkait perawatan berkala komponen mobil.

1. Kaki – Kaki Mobil

Kaki – kaki mobil seperti ball joint, tie rod, stabilizer dan bushing memiliki usia pakai hingga 100.000 km atau sekitar 5 tahun. Namun, kondisi jalan yang rusak atau karakter Pengemudi yang berkendara kasar bisa mempercepat waktu penggantian atau perbaikan. Apalagi di Indonesia yang jalan raya atau jalan biasa masih banyak yang tidak mulus.

Bahkan terdapat jalan yang rusak seperti belum di aspal, berlubang, dan permukaan jalan yang bergelombang, sehingga menyebabkan kaki-kaki mobil rentan rusak. Bagian kaki-kaki yang juga rentan mengalami kerusakan karena pemakaian yaitu bushing. Bahan bushing ini biasanya dari karet. Karena benturan saat lewat jalan rusak membuat karet tidak lagi lentur bahkan getas atau pecah-pecah.

2. Air Condition (AC) Mobil

Permasalahan yang sering terjadi pada Air Conditioner (AC) yaitu bagian kompresor. Perawatan AC secara rutin sangat dianjurkan seperti ganti pelumas, refigeran, dan pembersihan. Biasanya perawatan dilakukan setahun sekali atau setiap 10.000 km (dalam kota) hingga 20.000 km (luar kota).

Tetapi karena kondisi pemakaian mobil yang sering melewati kawasan berdebu dan sering diatur pada suhu paling dingin. Sebaiknya perlu perawatan service berkala pada AC bisa dilakukan setiap 3.000 km. Atau jika dirasa AC sudah tidak berfungsi dalam mendinginkan ruangan mobil sesuai temperatur suhu yang diatur maka segera lakukan perawatan.

Selain karena melewati jalan berdebu dan diatur dengan suhu paling dingin, AC mobil sering rusak sebelum usia pemakaian disebabkan:

Komponen Kaki Kaki Mobil, sumber : GridOto.com
Komponen Kaki Kaki Mobil, sumber : GridOto.com
  1. Adanya kebocoran pada selang AC yang disebabkan usia atau pemakaian part yang tidak tidak original.
  2. Komponen evaporator dan kondensor yang bisa dikarenakan usia atau terkena benda kotor.
  3. Komponen kompresor yang biasanya terdengar bunyi dari ruang mesin dimana terletaknya kompresor AC.

3. Busi Mobil

Busi mobil berfungsi untuk memantik api dan memiliki peran vital untuk memicu terjadinya proses pembakaran di ruang mesin sehingga mesin mobil dapat berjalan dengan lancar. Biasanya dengan pemakaian mobil jarak tempuh 60.000 km s/d 80.000 km perlu dilakukan perawatan busi.

Tetapi bisa saja kurang dari 20.000 km Busi harus dilakukan perawatan bahkan harus diganti dengan busi yang baru jika busi sudah kotor dan tidak bisa memantik api sama sekali. Namun selain merujuk pada jarak, pergantian busi juga bisa dideteksi dengan kondisi kendaraan, sebagai berikut:

  1. Mengalami kesulitan starter saat menyalakan mobil.
  2. Kondisi tidak wajar saat mesin idle (sedang diam atau mobil tidak dinyalakan).
  3. Kurang responsive.
  4. Tanda busi mengalami kerusakan bisa dideteksi melalui warna. Apabila busi berwarna kecoklatan menandakan masa penggunaan busi hampir habis dan harus segera diganti. Jika warna busi kemerahan atau kuning menandakan mesin mobil melakukan pemanasan berlebihan dan bagian yang harus dicek adalah bagian pendingin.

4. Kanvas Rem dan Kopling Mobil

Kanvas rem berfungsi mengatur laju roda atau ban pada mobil. Penggantian Kanvas Rem biasanya disesuaikan dengan waktu pemeriksaan berkala kendaraan atau setiap 20.000 km sekali pemeriksaan. Tetapi apabila mobil sering digunakan untuk rem mendadak yang dilakukan terus menerus, tidak tutup kemungkinan kurang dari 20.000 km harus dilakukan pergantian kanvas rem.

Pemeriksaan AC Mobil, sumber : OTOmart.id
Pemeriksaan AC Mobil, sumber : OTOmart.id

Kanvas kopling berfungsi membantu mengirimkan tenaga mesin ke roda. Penggantian kanvas kopling disarankan saat memasuki 10.000 s/d 50.000 km atau periksalah setiap perawatan rutin kendaraan. Terutama ketika Kanvas kopling bisa saja kurang dari 10.000 km karena sering digunakan untuk rem mendadak atau penambahan dan pengurangan gigi mobil.

5. Aki Mobil

Aki berfungsi sebagai penyuplai energi ke starter. Energi yang disimpan dalam baterai tersebut akan disuplai (digunakan untuk menyediakan) aliran listrik ke dalam starter. Pasokan listrik dari aki mampu membuat seluruh fungsi mobil bekerja secara normal.

Saat aki sudah lama dipakai, biasanya 2 atau 3 tahun akan menimbulkan masalah kelistrikan dan sebaiknya segera dilakukan pergantian aki. Tetapi baiknya setiap 6 bulan sekali dilakukan perawatan berkala terhadap aki terutama pada mobil yang sering digunakan untuk menghindari kerusakan total pada aki.

Itu dia beberapa informasi terkait perawatan berkala komponen mobil. Semoga dapat menjadi informasi tambahan untuk Anda.