Komponen mesin mobil dan sistem pada mesinnya berperan penting terhadap kinerja kendaraan, sehingga sangat penting untuk dipahami.

Sebuah kendaraan pada umumnya ada komponen mesin di dalamnya. Komponen mesin tersebut memiliki fungsi mengubah energi panas pada kendaraan menjadi energi gerak. Hal ini sebagaimana pula fungsi komponen mesin mobil.

Selain memiliki komponen yang sangat penting, mobil juga memiliki sistem yang ada pada mesin. Mau tau apa saja komponen dan sistem yang ada pada mesin mobil? Yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Bagian Penting Komponen Mesin Mobil

Ilustrasi Komponen Mesin Mobil
Ilustrasi Komponen Mesin Mobil, Sumber : momobil.id

Mobil memiliki komponen mesin yang lumayan banyak dengan berbagai macam fungsinya. Bagi Anda yang penasaran apa saja kira-kira komponen mesin yang ada pada mobil dan apa saja fungsinya, simak baik-baik penjelasan berikut ini.

1. Cylinder Head (Kepala Silinder)

Silinder head merupakan komponen utama pada sebuah kendaraan yang tempatnya berada pada blok silinder di bagian atas. Cara pemasangannya adalah dibaut dengan diberi gasket.

Secara umum, komponen tersebut dibuat dari campuran besi tuang dan aluminium yang ringan. Kedua material tersebut dipilih karena keduanya dianggap mampu menjadi pendingin yang baik dan membatasi pemuaian.

Dalam kepala silinder terdapat sebuah mekanisme yang dinamakan valve train. Fungsi mekanisme tersebut adalah mengatur posisi valve agar membuka atau menutup.

Dalam komponen ini juga terdapat sebuah ruang bakar yang biasanya digunakan untuk dudukan busi dan mekanisme katup mesin 4 tak. Terdapat juga mantel pendingin yang digunakan untuk mendinginkan busi dan katup. Mantel pendingin tersebut terhubung dengan blok silindernya.

2. Blok Silinder

Selain kepala silinder, blok silinder juga merupakan salah satu komponen utama dari mesin kendaraan. Komponen yang satu ini sangat perlu dijaga dan dirawat dengan baik jika ingin kendaraan Anda bekerja secara optimal.

Pada blok silinder terdapat beberapa silinder dan setiap silindernya memiliki satu piston di salah satu ujungnya. Sedangkan di ujung batang piston yang lainnya dihubungkan oleh poros engkol dan gerak naik turun dari piston tersebutlah yang nantinya menggerakkan engkol.

Bagian atas komponen ini dihubungkan dengan kepala silinder, sedangkan bagian bawahnya dengan karter. Blok silinder dibuat dari bahan yang kuat dan juga tebal seperti cast iron. Bahan semacam ini mampu menjadi topangan komponen lain, seperti kepala silinder, piston dan yang lainnya.

3. Silinder

Silinder merupakan bagian mesin mobil yang fungsinya memindahkan serta membentuk panas menjadi tenaga mekanik. Oleh karena itu, jika ingin mesin kendaraan Anda memiliki tenaga yang maksimal, pastikan tidak terjadi kebocoran gas yang terdapat di antara silinder dan piston.

Hal ini sangat penting untuk diperhatikan meskipun sedikit rumit. Namun, ketika komponen tersebut mengalami suatu masalah, Anda bisa menggantinya dengan suku cadang asli yang sesuai. Beberapa silinder yang dipakai biasanya di tata dalam blok dan dalam satu garis sejajar.

4. Oil Pan (Karter)

Salah satu komponen yang letaknya berada di bawah blok silinder adalah karter. Karter tersebut memiliki fungsi sebagai alat yang menampung oli sebagai pelumas mesin. Jika dalam mesin tidak ada pelumas, maka komponen-komponen mesin akan cepat panas dan aus yang akhirnya rusak.

Di dalam karter terdapat sebuah ventilasi yang menyambungkannya dengan udara dari luar. Selain itu, dalam oil pan atau karter ini juga terdapat sebuah drain plug yang fungsinya mengganti oli kendaraan.

Komponen mesin mobil ini juga bisa mencegah adanya kebocoran pada mesin karena karter tersebut dibaut dan diberi tambahan gasket antara karter dan bak engkolnya. Karena itulah, komponen yang satu ini menjadi bagian yang sangat penting.

5. Piston

Ilustrasi Piston
Ilustrasi Piston, Sumber : shutterstock.com

Piston diharuskan memiliki tingkat ketahanan terhadap suhu panas yang kuat dan tekanan tinggi, karena komponen tersebut harus bekerja dengan kecepatan yang maksimal. Bagian kepala dari piston tersebut memiliki bentuk datar, namun ada juga beberapa kepala yang bentuknya cembung.

Cara kerja komponen ini berhubungan langsung dengan proses pembakaran, dan karena itulah piston disebut juga dengan jantung mesin kendaraan. Energi yang dihasilkan dari komponen ini adalah tenaga gerak.

Tenaga yang dihasilkan dari naik turunnya piston tersebut akan dilanjutkan ke mekanisme engkol dan terus berlanjut sampai pada komponen penggerak roda. Pada piston juga terdapat sebuah pin yang dibuat dari bahan baja nikel.

6. Ring Piston

Pada mobil, ring piston memiliki berbagai macam fungsi, di antaranya merapatkan piston dengan dinding silinder. Tujuannya adalah agar tidak ada kebocoran gas saat mesin bekerja.

Selain itu, komponen mesin ini juga berfungsi mencegah masuknya oli ke bagian ruang pembakaran. Ring piston juga memiliki kemampuan mengikis oli yang terdapat pada dinding silinder jika terjadi kelebihan. Komponen mesin ini terbagi menjadi tiga, yakni ring kompresi satu, ring kompresi dua, dan ring oli.

7. Connecting Rod (Batang Piston)

Batang piston ini memiliki fungsi sebagai penghubung antara piston dan poros engkolnya. Dengan adanya penghubung inilah, energi yang diterima piston kemudian akan disalurkan kepada poros engkolnya. Selanjutnya, energi tersebut akan berubah menjadi energi gerak putar.

Tanpa adanya connecting rod, energi yang dihasilkan oleh mesin tidak akan bisa sampai pada bagian engkol dan gerak kendaraan akan tersendat. Jika kendaraan kehilangan batang piston, maka kendaraan tidak dapat melaju kencang dan piston akan terlepas.

8. Crankshaft (Poros Engkol)

Poros engkol merupakan salah satu komponen yang berfungsi mengubah piston yang bergerak lurus menjadi gerakan yang memutar melalui batang pistonnya. Gerakan memutar tersebut selanjutnya akan disalurkan ke bagian roda. Poros engkol juga menjaga piston agar dapat bergerak normal.

Komponen poros ini dibantu oleh connecting rod dan letaknya di bagian bawah blok silindernya. Pada jenis mesin yang sejajar, terdapat beberapa susunan pena engkol yang sama dengan silinder. Bentuk crank craft biasanya ditentukan oleh silinder dan dipengaruhi urutan pengapiannya.

Baca juga : Cara Merawat Mesin Mobil

Sistem Pada Mesin

Selain memiliki komponen-komponen mesin sehingga mobil dapat melaju dengan baik dan lancar, terdapat juga sistem-sistem yang dapat melengkapi kinerja mesin. Hal ini akan membuatnya dapat bekerja secara maksimal. Sedangkan beberapa sistem tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Bahan Bakar

Sistem ini akan menyuplai bahan bakar dan kemudian mencampurnya dengan udara. Percampuran dua komponen tersebut akan membakar bahan bakar di ruang pembakaran. Terdapat empat jenis sistem bahan bakar yang biasanya dipakai dalam kendaraan.

Bahan bakar tersebut di antaranya adalah bahan bakar injeksi pada kendaraan bensin, sistem karburator, bahan bakar injeksi pada kendaraan diesel, dan bahan bakar gas cair atau alam.

2. Pengisian

Sistem mesin mobil yang satu ini berfungsi menyuplai energi listrik dari baterai dan energi inilah yang nantinya dapat menghidupkan mesin serta sistem pengapian saat start. Setelah mesin mobil hidup, komponen lain akan menyuplai energi listrik yang dibutuhkan dan mengisi baterai kembali.

3. Pengapian

Ilustrasi Pengapian Mobil
Ilustrasi Pengapian Mobil, Sumber : mobilmo.com

Sistem pengapian dapat menghasilkan listrik yang nantinya digunakan dalam proses pembakaran di ruang bakar. Pada semua mesin, baik yang menggunakan bahan bakar bensin ataupun gas, semuanya pasti memiliki sistem pengapian ini.

4. Starter

Starter merupakan sistem penggerak yang berfungsi menggerakkan putaran mesin melalui roda penerus dan poros engkolnya. Sistem ini dapat bergerak melalui energi baterai. Beberapa komponen yang terdapat pada starter diantaranya adalah baterai, motor starter, kunci dan relay jika diperlukan.

5. Pendinginan

Dalam sebuah mesin tentunya diperlukan sistem pendinginan yang digunakan untuk mendinginkan mesin setelah digunakan. Suhu yang tinggi dapat merusak mesin, sehingga sistem pendinginan sangat diperlukan. Selain itu, sistem ini juga menjaga suhu pada mesin agar tetap stabil.

6. Pelumasan

Terdapat banyak fungsi yang diberikan sistem pelumasan pada komponen mesin mobil. Di antara fungsinya adalah mencegah komponen cepat mengalami keausan, mengurangi panas yang terjadi akibat komponen yang saling bergesekan dan melumasi komponen saat mesin bekerja

7. Pembuangan Sisa Gas

Sistem pembuangan sisa gas berfungsi menyalurkan gas sisa pembakaran ke luar mesin. Selain itu, sistem ini juga berfungsi mengurangi suara bising pada mesin. Di sini, terdapat beberapa komponen yang ada dalam pembuangan sisa gas. Di antaranya adalah pipa pembuangan, saluran dan peredam.

Demikianlah ulasan mengenai komponen mesin mobil yang perlu Anda pahami. Komponen tersebut penting terhadap kinerja kendaraan Anda. Anda juga bisa merawat komponen mesin mobil ke bengkel mobil terdekat. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.