Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran produsen otomotif dalam penjualannya. Selain memiliki jumlah penduduk yang besar, Indonesia belum bisa memproduksi mobil sendiri. Jika sudah memproduksi sendiri pun sebagian besar suku cadang pentingnya berasal dari luar negeri. Karena itulah produsen mobil dengan program mobil LCGC di Indonesia mendobrak pasar otomotif.

Sebenarnya berbagai merk mobil sudah melakukan penjualan di Indonesia cukup lama baik mobil keluaran Eropa, Amerika Serikat ataupun mobil Asia. Namun produk mereka rata-rata hanya menyasar konsumen menengah ke atas. Sedangkan konsumen menengah ke bawah masih sedikit yang mampu membeli kendaraan mobil. Karena itlah muncul program mobil LCGC.

Dealer Toyota. Sumber Unsplash

Apa Itu Mobil LCGC ?

Low Cost Green Car atau biasa diseut dengan LCGC) adalah sebuah varian mobil yang memiliki harga yang lebih murah dan hemat bahan bakar. Hal ini karena adanya bebas pajak penjualan barang mewah. Selain itu mobil ini dirakit di dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertentu., Di Indonesia sendiri mobil type LCGC memiliki nama resmi: Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau atau KBH2.

Sejarah Asuknya Mobil LCGC di Indonesia

Mobil LCGC mulai masuk ke Indonesia pada tahun 2013 dimulai dengan adanya persetujuan beleid Peraturan Pemerintah (PP) No. 41/2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Barang Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah pada 23 Mei 2013, oleh presiden SBY.

Beleid ini menjadi pintu masuk mobil LCGC sebagai mobil murah dengan pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 0 persen. Program ini diharapkan dapat memperluas pasar mobil di Indonesia dengan menciptakan segmen baru dimana mobil diharapkan bisa dimiliki oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia.

Pemerintah serius dalam menangani program ini dengan adanya rilis petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan KBH2 atau LCGC pada Juli 2013 melalui Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

Dua bulan setelah adanya kebijakan tersebut muncul mobil LCGC pertama di Indonesia, yakni Daihatsu Ayla dan Toyota Agya. Setelah itu menyusul pbrikan Honda dan Suzuki dengan meluncurkan Honda Brio Satya dan Suzuki Karimun Wagon R tak lama kemudian. Kemudian pasar mobil LCGC semakin berkembng pesat.

Dengan hanya empat model yang tersedia, penjualan per bulan mencapai belasan ribu unit pada tahun pertamanya. sebanyak 51.180 unit dengan pangsa pasar 4 persen dari total penjualan sebanyak 1,22 juta unit. Setahun kemudian, penjualan mobil murah ini semakin gencar dan mendapatkan antusias dari masyarakat dengan masuknya Datsun sebagai pemain baru dengan model Go dan Go+. Sampai pada rekor pertumbuhan penjulann tertinggi pada 2016, sebesar 50,33 persen secara tahunan. Sebanyak 235.171 unit mobil LCGC terjual.

Apa Bedanya Mobil LCGC Dengan Mobil non LCGC ?

Mobil LCGC memiliki harga yang lebih murah karena itulah mobil ini mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia. Kelebihan inilah yang menjadi daya tarik mobil LCGC. Dengan harga yang terjangkau dan murah mobil ini dapat dimiliki oleh kalangan menengah. Karena tujuan dari program ini adalah ‘mobil untuk rakyat’.

Karena diproduksi dengan biaya yang murah mesin mobil ini kalah unggul dengan mesin mobil non LCGC dari aspek ketangguhan atau aspek lainnya. Sebagian besar mobil LCGC memiliki kapasitas mesin yang tergolong kecil sehingga tidak heran jika kecepatan yang dihasilkan juga masih rendah. Kecepatan yang tergolong rendah ini ternyata menjadikan mobil LCGC memiliki keunggulan lain, yaitu irit bahan bakar.

Mobil LCGC memiliki desain baik bagian interior atau bagian eksterior mobil yang lebih simpel dan cenderung kurang menarik jika dibandingkan dengan mobil non LCGC. Meskipun kurang menarik jika dibandingkan dengan mobil Non LCGC, tetapi terdapat beberapa aksesoris tambahan yang menjadi pemanis bagi mobil LCGC. Namun dibandingkan dengan non LCGC mobil LCGC memiliki fitur yang lebih sedikit.

Masa Depan Mobil LCGC

Pada awalnya mobil LCGC iproduksi dengan mengurangi berbagai fitur yang ada pada mobil dengan harapan harga mobil menjadi murah, atau paling tidak berada di bawah harga mobil non LCGC. Namun seiring berkembangnya waktu, permintaan masyarakat akan mobil LCGC semakin meningkat seiring dengan permintaan ditambahkannya beragam fitur yang ada pada mobil.

Karena itu produsen mobil LCGC mulai menambahkan beragam fitur yang menjadikan mobil LCGC menjadi tidak murah lagi. Varian mobil LCGC dengan full fitur berpengaruh pada permintaan masyarakat. Setelah melewati puncak penjualan pada tahun 2016, mobil LCGC mulau kehilangan peminat. Sejak tahun 2019 mobil LCGC mengalami penurunan penjualan. Hal ini menjadikan produsen Datsun yang mengusung Datsun Go sebagai rilis versi LCGC nya berencana menutup penjualannya di Indonesia.

Salah satu mobil LCGC. Sumber Bukalapak

Menurunnya penjualan mobil LCGC ini juga karena sebagian dari masyarakat memilih membeli mobil bekas non LCGC dengan alasan lebih bandel daripada mobil LCGC. Mobil bekas non LCGC biasanya di perbaiki di bengkel khusus tune up mobil agar mobil lebih bertenaga. Memang menurut beberapa pengendara yang sudah berpengalaman mengendarai berbagai jenis mobil, mobil LCGC dirasa memiliki bobot yang lebih ringan sehingga ketika dikendarai seperti kurang mantap.

Itulah ulasan mengenai mobil LCGC yang beredar di Indonesia. Semoga artikel ini memberikan manfaat bai anda. Jangan luoa membaca artikel menarik lainnya hanya di website bengkel mobil Jogja Ennergy Motorsport. Terima kasih.