Apakah ketika terjadi masalah pada mesin mobil maka diperlukan overhaul mesin ? Belum tentu. Namun jika anda merasakan mobil mengalami penurunan performa sehingga performa mobil terasa berbeda saat pertama kali digunakan maka tentu anda harus mampu mendiagnosa penyebab turunnya performa mobil. Apakah kendaraan  harus melalui perbaikan total atau tidak.

Turunnya performa mobil bisa disebabkan banyak faktor salah satunya adalah lama penggunaan mobil. Lama penggunaan mobil tentu akan berefek pada komponen-komponen mesin, komponen yang berada dalam kendaraan lama-kelamaan akan mengalami penurunan performa, tidak terkecuali komponen transmisi.

Overhaul Mesin
Perbaikan mesin. Sumber Unsplash

Untuk itu, perlu dilakukan perbaikan untuk membuatnya kembali bekerja dengan maksimal. Salah satu perbaikan yang dilakukan adalah dengan cara overhaul mesin, atau bahasa bengkel yang lebih dikenal adalah turun mesin atau belah mesin dimana perbaikan harus melakukan pembongkaran mesin skala besar yang ini jarang dilakukan pada mobil dalam jangka lama.

Overhaul mesin atau turun mesin biasanya dilakukan jika jarak tempuh dari mobil sudah melebihi 150.000 kilometer atau sudah mencapai 150.000 kilometer. Dengan kondisi jarak tempuh tersebut, mau tidak mau, anda harus melakukan overhaul mesin untuk mendapatkan performa mesin yang sehat kembali.

Biasanya bengkel mobil profesional bisa melakukan perbaikan skala besar seperti itu. Bengkel profesional tersebut mudah sekali ditemukan di Jogja sebagai kota tujuan wisata. Banyaknya arus kendaraan wisata yang masuk ke Jogja menjadikan bengkel mobil menjadi salah satu peluang bisnis di kota tujuan wisata.  

Keharusan overhaul bukan hanya pada masalah jarak tempuh yang sudah di angka yag tinggi pada sebuah mobil. Selain dari jarak tempuh, anda juga perlu memperhatiakn gejala-gejal tanda apabil mobil anda sudah saatnya untuk dioverhaul. Untuk itu tidak ada salahnya anda menyimak usalan berikut ini :

1. Knalpot Mengeluarkan Asap

Sebenarnya setiap knalpot ketika mesin dinyalakan jelas akan mengeluarkan gas pembuangan. Namun gas pembuangan dari mesin yang sudah rusak akan berbeda dengan mesin yang masih normal. Gejala ini ditandai dengan ketika mesin dinyaklakan kenalpot sudah mengeluarkan asap, itu menandakan bahwa oli masuk ke dalam ruang bakar. Masuknya oli ke ruang bakar mesin umumnya disebabkan oleh ring piston yang aus atau baret pada boring piston. Hal ini yang menyebabkan o;i merembes ke ruang pembakaran sehingga oli yang terbakar menyebabkan asap.

2. Mesin Pincang Akibat Busi Berkerak

Mesin pincang bisa anda rasakan ketika performa mesin mengalami penurunan, suara mesin yang aneh, brebet ketika berakselerasi, dan penurunan rpm di putaran mesin tinggi. Salah satu penyebab mesin pincang adalah busi yang sudah tidak lagi bekerja maksimal atau mengalami penurunan percikan api meskipun menggunakan busi asli. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya kerak yang menumpuk akibat oli yang naik hingga ke busi. Pembakaran menjadi tdak sempurna jika kerak terlalu tebal.

3. Oli Berkurang Drastis

Kebocoran oli dapat dengan mudah Anda lihat dengan adanya tetesan atau rembesan oli. Selain itu juga bisa kita lihat dari jumlah oli yang berada dalam mesin. Anda bisa mengecek menggunakan dipstick untuk melihat jumlah oli, apakah sudah melewati ambang batas minimal atau belum. Penyebab oli rembes juga bermacam macam salah satunya karena kebocoran di bagian drain plug

Drain plug merupakan komponen yang berfungsi untuk membuang oli dari dalam mesin. komponen ini berbentuk baut yang diulirkan kedalam bagian bawah carter. Dengan bertambahnya umur mesin dutambah pula dengan kondisi baut yang sering dibuka disuhu panas akan meningkatkan kerusakan ulir pada deain plug.

Selain dari drain plug oli mesin bisa juga bocor dari carter mesin. Bisa juga karena seal katup mengalami robek atau kerusakan maka juga menyebabkan oli dari dalam kepala silinder yang harusnya melumasi katup akan terbawa masuk ke saluran intake dan volume oli akan berkurang.

4. Suhu Mesin Meningkat 

Gejala berikutnya adalah suhu mesin yang terus meningkat walau dipacu dengan kecepatan yang rendah. Jika suhu mesin terus mengalami penigkatan, nantinya akan memicu resiko mengalami overheat yang akan membuat mesin mobil mati secara mendadak.

Hal tersebut dapat disebabkan oleh packing kepala silinder yang sudah getas. Ini menyebabkan air radiator terus berkurang karena masuk ke ruang bakar dan akhirnya membuat suhu mesin menjadi lebih panas.

5. Air Radiator Berkurang dan Berminyak

Overhaul Mesin
Timing Belt Pada Mobil, sumber ig @fzgarage911

Air radiator terus berkurang secara drastis dan akan menyembur ketika mesin mobil dinyalakan merupakan masalah seius pada mobil. Selain itu juga, tidak hanya berkurangnya air radiator tetapi ditandai dengan air radiator yang berminyak. Ada beberapa penyebab radioator selalu kekurangan air.

Daya kunci tutup radiator melemah yang biasanya dikarenakan kerusakan pada karet dibagian tutup radiator menyebabkan radiator cepat kering. Pemasangan selang yang kurang rapat dengan besi radiator bisa menjadi salah satu penyebab air radiator yang berkurang. Adanya celah antara selang dan besi radiator membuat air radiator keluar. Penyebab lain air radiator berkurang biasanya dikarekan water pump yang bocor. Terjadinya kebocoran pada water pump bisa membuat air radiator menurun.

Itulah beberapa ulasan kami terkait gejala-gejala tanda mobil harus dilakukan overhaul mesin. Untuk mengatasinya sebaiknya anda melakukan perawatan rutin kendaraan anda di bengkel mobil. Ada banyak bengkel mobil Jogja yang direkomendasikan. Saah satunya adalah Ennergy Motorsport yang berpengalaman dalam menangani berbagai jenis mobil.